Jakarta – Juventus datang ke final Liga Champions dengan statistik hebat dalam hal penjagaan. Tapi tembok kokoh Bianconeri hancur lebur di hadapan Real Madrid.

Cuma tiga gol bersarang di gawang Juventus sejak fase grup hingga babak semifinal. Dalam kurun itu Bianconeri tercatat menorehkan sembilan clean sheet dan hanya sekali kemasukan melalui open play.

Statistik tersebut jadi modal yang sangat menjanjikan untuk meladeni Madrid, yang adalah klub paling produktif dengan 32 gol dibuat sebelum final. Tapi di Stadion Millennium, Kota Cardiff, tembok penjagaan Juventus yang dikenal solid itu hancur berantakan.

Tak tanggung-tanggung, Juventus kemasukan empat kali sepanjang 90 menit. Memang mereka kehilangan satu pemain akibat kena kartu merah, tapi tetap saja itu tak bisa dijadikan pembelaan. Juventus bertekuk lutut dengan skor telak 1-4.

Menurut catatan Whoscored, Juventus menerima 18 tembakan sepanjang pertandingan. Lima di antaranya on target dan empat menjadi gol.

Ini adalah kekalahan terbesar Juventus di semua kompetisi yang mereka ikuti pada musim 2016/2017 ini. Kekalahan terbesar sebelumnya adalah dengan skor 1-3 oleh AS Roma dan Genoa di Serie A. Kekalahan besar lain yang ditelan Juventus adalah dengan skor 2-3 oleh Napoli di semifinal Coppa Italia.

Di final Liga Champions ini adalah kekalahan dengan skor terbesar di waktu normal sejak AC Milan menundukkan Barca dengan skor 4-0 pada musim 1993/1994. Tiga musim lalu Madrid menjuarai Liga Champions dengan skor 4-1 atas Atletico Madrid, tapi itu didapat melalui perpanjangan waktu.

(din/mrp)


NO COMMENTS