Stockholm

Manajer Red Devils Jose Mourinho mengirim pesan simpati kepada korban serangan teror, usai menghadapi Ajax Amsterdam di final Liga Europa. Apa katanya?

MU menghadapi Ajax di final Liga Europa dengan nuansa duka. Dua hari sebelumnya, kota Manchester diteror dengan bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang dan melukai puluah lainnya.

Pada prosesnya, MU berhasil mengalahkan Ajax 2-0 di Friends Arena, Stockholm, Swedia, Kamis (25/5/2017) dinihari WIB. Sukses itu didedikasikan untuk seluruh warga Manchester yang terkena dampak insiden, sekaligus sedikit memberikan kebahagiaan di tengah duka.

Di sesi konferensi pers, Mourinho menilai menjalani pertandingan melawan Ajax di tengah kondisi ini sangatlah sulit. Dia mengaku sedih kalau teringat akan kejadiannya.

“Saya setuju dengan keputusan UEFA untuk memainkan pertandingan, tapi kalai kami punya pertanyaan yang membawa kami kembali ke tragedi, jelas itu mengambil kebahagiaan kami,” ujar Mourinho dikutip Mirror. “Kalau kami bisa menukar nyawa orang-orang dengan piala ini, kami tidak akan berpikir dua kali.”

“Apakah piala ini membuat Kota Manchester sedikit lebih senang? Mungkin,” lanjut manajer asal Portugal ini.

Menjaga fokus di tengah tragedi bukan pekerjaan yang mudah. Mourinho memuji sikap para pemainnya.

“Para pemain sangat fantastis sebab mereka bisa menyingkirkan masalah di depan mata dan memisahkan diri dari peristiwa lalu fokus ke pertandingan yang menurut saya kami sudah bermain bagus. Mereka berhak mendapatkannya,” sambung Mourinho.

Trofi Liga Europa ini jadi gelar pertama The Red Devils di kancah Eropa dalam sembilan tahun terakhir, sejak menjuarai Liga Champions di musim 2008.

Keberhasilan MU jadi juara Liga Europa mengantar mereka lolos otomatis ke fase grup Liga Champions musi depan. MU akan jadi wakil kelima dari Liga Inggris setelah The Blues, Tottenham Hotspur, Manchester City dan The Reds.

(rin/cas)


NO COMMENTS