Monaco – Didier Deschamps menilai AS Monaco sebagai tim yang kuat. Namun, Deschamps juga sadar bahwa kualitas klub asal Prancis itu paling lemah di antara kontestan semifinal Liga Champions.

Undian semifinal Liga Champions yang digelar di markas UEFA di Nyon, Swiss, Jumat (21/4/2017) sore WIB, menghasilkan pertemuan antara AS Monaco kontra Juventus.

Hasil undian ini ditanggapi oleh Deschamps, yang merupakan mantan pelatih kedua tim. Menurut pria asal Prancis itu, babak semifinal sudah membuktikan bahwa Monaco tim yang kuat, meski masih di bawah tiga kontestan lainnya.

“Anda harus menjadi tim yang kuat untuk mencapai semifinal Liga Champions, meski kualitas Monaco tidak seperti Juve, Atletico Madrid atau Real Madrid,” kata Deschamps kepada Sky Sport Italia.

“Juve punya keuntungan di leg kedua dengan main di kandang, tapi Juve tidak akan meremehkan Monaco. Bianconeri sudah terbiasa dengan tes ini dan dibangun untuk memenangi Liga Champions,” sambungnya.

“Monaco cukup mengejutkan, akan tetapi mereka pantas berada di sana. Mereka bertarung dengan tim fantastis yang melaju mulus di Italia dan Eropa,” tegas Deschamps.

Dalam dua pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions, Juventus unggul. Pada musim 1997/1998 Bianconeri melaju ke babak final usai mengalahkan Monaco dengan agregat 6-4.

Pertemuan selanjutnya terjadi pada perempatfinal Liga Champions 2014/2015. Juventus mampu unggul dengan agregat 1-0 lewat gol penalti Arturo Vidal.

(din/din)


NO COMMENTS