Roma – AS Roma akan menjamu The Blues di pertandingan 4 Liga Champions. Menuju partai krusial ini, Giallorossi dibayangi memori indah atas lawan yang sama pada 2008 silam.

Roma akan menjamu The Blues di Olimpico, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB di lanjutan laga Grup C. Partai ini bisa menjadi kunci untuk masing-masing tim lolos ke fase berikutnya.

Roma butuh tiga poin untuk menyalip The Blues di puncak klasemen. Mengoleksi nilai lima dari tiga laga sejauh ini, skuat besutan Eusebio Di Francesco ini tertinggal dua angka dari The Blues.

Tiga angka di laga ini akan krusial demi menjaga jarak dengan Atletico Madrid di posisi tiga (2 poin). Juga, siapapun yang unggul bakal punya keunggulan untuk menciptakan situasi duel hidup-mati untuk para musuh demi memperebutkan posisi runner-up grup.

Roma setidaknya punya memori manis di Olimpico atas The Blues. Pada musim 2008/2009 silam, mereka mengandaskan anak-anak London barat yang kala itu berisi John Terry, Frank Lampard, Deco, Nicolas Anelka, dan juga Didier Drogba dengan skor 3-1.

Kemenangan kala itu menjadi kunci ‘Serigala Ibukota’ finis sebagai juara grup. Mirko Vucinic yang menjadi anggota skuat Roma tahun 2008 silam, percaya para juniornya kali ini bisa mengulangi kemenangan kala itu, khususnya dengan Edin Dzeko yang sedang tajam.

Dzeko yang mencetak dua gol di pertemuan pertama melawan The Blues lalu, saat ini sudah bikin 10 gol dari 13 penampilan di seluruh ajang.

“Itu mungkin adalah laga terindah yang saya mainkan selama di Giallorosso. Kami sejak awal tahu bahwa untuk lolos, kami harus unggul, juga karena kami tumbang 0-1 di London,” ujar Vucinic kepada Gazzetta dello Sport.

“Itu adalah laga yang luar biasa, bahwa The Blues penuh para pemain juara. Yang paling mengesankan saya secara special adalah Deco, Lampard, dan Drogba. Untungnya malam itu, kami berhasil menetralkan mereka.”

“Bagaimana saya melihat laga ini? Saya tidak menyaksikan pertemuan pertamanya, tapi dengan Dzeko di performanya saat ini, mereka bisa unggul meski timnya Conte sangatlah kuat dan dia adalah motivator yang bagus.”

“Saya sudah selalu mengikuti perkembangan karier Edin dan selalu tahu dia adalah juara sejati. Saya tahu dia punya problem di musim pertamanya, tapi pergi ke Italia dan langsung tampil baik itu sulit,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

(raw/rin)


NO COMMENTS