Jakarta – Dalam kurun empat musim terakhir, derby Madrid selalu tercipta di fase knock out Liga Champions. Rupanya hal itu mulai dianggap membosankan.

Semifinal Liga Champions musim ini pertemukan Real Madrid vs Atletico Madrid. Pertemuan itu akan jadi yang kelima dalam empat musim terakhir.

Derby Madrid di Liga Champions mulai panas di musim 2014, saat Atletico dan Madrid bersua di final. Keduanya bertemu dua kali di perempatfinal 2015, lalu bentrok di final lagi tahun lalu.

Pertemuan kedua tim di panggung Liga Champions itu ternyata membuat sebagian penggemar bosan.

Seperti kata seorang warga Madrid, Juanma Trueba, saat ditanyai oleh Onda Cero. Ia menilai Derby Madrid di Liga Champions kali ini tidak banyak berbeda seperti sebelumnya, setelah melihat antusias warga biasa-biasa saja.

“Saya kira Madrid tidak banyak berubah untuk hal ini. Real Madrid akan bermain di semifinal yang ketujuh secara berturut-turut, sementara Atletico sudah tiga kali dalam empat tahun terakhir. Sejak 2014, keduanya bertemu di Eropa,” ucap Trueba seperti dikutip dari ESPN.

“Ada Morbo (sebutan untuk divisi sepakbola Spanyol) di sini dan tentu saja selalu ada derby. Tapi gairanya tidak akan sampai tumpah ke jalan kecuali di hari pertandingan,” jelasnya.

Hal yang sama dilontarkan Diego Torres dari El Pais. Menurutnya fans mulai terbiasa dengan Derby Madrid di pentas Eropa.

“Antusiasmenya sudah reda. Di perempatfinal 2015 lebih menguras emosi di antara Madrilenos. Mengulang derby di Liga Champions jadi suatu rutinitas, jadi sesuatu yang normal,” ucap Torres.

“Mungkin ini sejarah yang tidak akan kami lihat lagi dalam waktu yang lama, tapi orang-orang Madrid berpikir kalau ini bakal segera terjadi lagi,” sambungnya.

Pendapat senada dilontarkan pengamat Atletico dari El Mundo, Inako Diaz-Guerra. Ia menyebut kalau ada suporter yang merasa bosan dan berharap agar keduanya tidak bertemu.

“Semifinal memastikan hal tersebut, bahwa Saat ini Madrid adalah Ibu Kota sepakbola dunia. Tapi di saat bersamaan, ada rasa letih di antara penggemar. Madridistas dan Atleticos lebih suka untuk tidak bertemu,” ujar Diaz-Guerra.

“Para fans sedikit lelah soal itu, setelah merasakannya empat tahun berturut-turut. Jadi anda tidak akan terlalu melihat atmosfernya. Dan pada kenyataannya, Madrid cuma ramai saat hari pertandingan,” ucapnya.

(din/krs)


NO COMMENTS