Turin – Stephan Lichtsteiner membenarkan bahwa kekalahan dari Real Madrid di final Liga Champions sangat menyakitkan bagi Juventus. Namun, Lichtsteiner yakin Juve pada akhirnya akan jadi juara Liga Champions.

Ambisi Juve untuk meraih treble pada musim ini tak kesampaian. Bianconeri harus membenarkan keunggulan Madrid dengan skor 1-4 pada laga final Liga Champions di Cardiff, Sabtu (3/6/2017) lalu.

Kekalahan tersebut membuat Juve harus menunggu lebih lama untuk menyudahi puasa gelar di arena Liga Champions. Sejak menjadi juara pada tahun 1996 silam, mereka belum bisa jadi juara lagi di kompetisi tersebut meski lima kali lolos ke final.

Lichtsteiner mencurahkan kekecewaannya melalui page Facebook-nya. Sama seperti pemain-pemain Juve yang lain, bek asal Swiss itu juga sangat sedih. Akan tetapi, dia berusaha untuk tetap optimistis.

“Dear Juventini. Saya mendapati diri saya dalam kondisi sedih dan saya memutuskan untuk berbagi dengan kalian,” tulis Lichtsteiner.

“Terlepas dari banyaknya titel yang kita menangi dalam enam tahun terakhir, terlepas dari banyaknya saat indah dan unik yang kita rasakan bersama.. ada sesuatu yang kurang, dan saya tahu kalian bukanlah satu-satunya yang merasa demikian.

“Dalam tiga tahun, kita mencapai dua final Liga Champions, kurang selangkah lagi untuk mewujudkan mimpi kita, sudah dekat dengan garis finis. Selama lebih dari 20 tahun, Juventini ingin membawa pulang piala ini.

“Saya memimpikannya selama 33 tahun, tapi harus menyerah lagi di final, rasanya sangat buruk… benar-benar buruk… Sangat sulit untuk mengatasinya. Meskipun kita sudah menuliskan sebuah sejarah unik dengan memenangi enam scudetti secara berurutan, saya sangat kecewa! Rasa frustrasi yang saya rasakan amat besar.

“Namun, dear Juventini .. ini membuat kita kuat dan kita tak pernah menyerah! Kita akan bangkit dan cepat atau lambat, kita juga akan memenangi titel ini! Kita harus terus meyakininya! Fino Alla Fine!” kata Lichtsteiner.

(mfi/raw)


NO COMMENTS