Madrid – Arturo Vidal ngamuk setelah Bayern Munich disingkirkan Real Madrid di perempatfinal Liga Champions. Madrid diuntungkan dengan sejumlah keputusan kontroversial.

Bayern menantang Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (19/4/2017) dinihari WIB. Meski unggul lebih dulu, Bayern Munich harus menyerah 2-4 [agregat 3-6] dalam laga yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu.

Vidal tidak menuntaskan pertandingan. Pemain tengah Bayern itu diusir di menit 84, setelah menerima kartu kuning kedua [kartu merah]. Namun, yang jadi masalah ialah kartu kuning kedua Vidal dianggap kurang tepat, karena tekel si pemain kepada Marco Asensio dinilai mengenai bola.

Saat itu, Bayern dalam situasi unggul 2-1 yang dipertahankan hingga waktu normal berakhir. Namun, di 10 menit tambahan waktu, Madrid mampu memanfaatkan kelebihan pemainnya untuk menciptakan tiga gol tambahan dari Ronaldo [2] dan Asensio.

Kontroversi terlahir karena gol-gol Ronaldo itu disahkan walau bomber Madrid itu dalam posisi offside. Dan Vidal merasa Bayern telah dirampok.

“Perampokan ini tidak bisa terjadi di Liga Champions, perihal itu terlihat jelas dan hal ini mulai membuat Anda meragukan [permainannya] sedikit,” sembur pemain internasional Chile itu yang dikutip Marca.

“Kami ingin lolos dan ini membuat kami sangat marah, sebuah pertandingan dengan intensitas sedemikian tinggi bisa ditentukan oleh wasit.”

“Dia [wasit] sangat salah dan sudah membuat kami tereliminasi dari Eropa. Ketika mereka mempermalukan Anda dengan cara seperti ini, maka ini benar-benar salah dan sudah menciptakan amarah yang besar,” sungut Vidal.

Kegagalan ini menjadi eliminasi paling awal yang diderita Bayern di Liga Champions dalam lima musim terakhir. Sebelumnya, Bayern Munich setidaknya selalu mampu menembus semifinal.

(rin/mfi)


NO COMMENTS