Paris – Paris St-Germain sudah belanja besar musim panas ini. Tentu saja alasan utama Les Parisien melakukan itu adalah demi meraih sukses di Eropa.

PSG mendominasi bursa transfer lalu ketika mereka memutuskan menebus klausul kontrak Neymar di Barca senilai 222 juta euro. Itu sekaligus menjadikan Neymar sebagai pesepakbola termahal dunia.

Gebrakan kembali dilakukan PSG ketika di pengujung bursa transfer, giliran Kylian Mbappe yang didatangkan dari AS Monaco. Meski baru berstatus pinjaman, Mbappe bakal ditebus dengan banderol 180 juta euro musim depan.

Kylian Mbappe didatangkan PSG dengan banderol 180 juta euro (Eric Gaillard/Reuters)

Itu bisa diartikan PSG sudah membelanjakan sekitar 400 juta euro dalam tempo sebulan tanpa melepas banyak pemainnya. Ini seperti menandakan ambisi besar tim asal Paris itu terutama untuk menguasai Eropa.

Sejak dibeli Qatar Investment Authority pada 2011, PSG memang menjelam sebagai kekuatan baru dengan dukungan finansial tak terbatas.

Namun, dukungan dana tak terbatas itu tiada artinya jika PSG gagal menguasai Eropa setidaknya dalam waktu dekat ini. Liga Champions memang jadi target PSG setelah mereka paling mentok lolos ke semifinal dua musim lalu.

“Dalam hal prestasi, Anda tentu bodoh jika tidak mengatakan seperti ini, ‘Bravo.’ Saya senang bisa menyatukan Neymar dan Mbappe di tim yang sama. Jika PSG merekrut mereka, mereka tentu tidak hanya akan jadi juara Prancis. Jika tidak, maka mereka akan membuang-buang uang saja,” ujar Presiden Federasi Sepakbola Prancis, Noel Le Graet, seperti dikutip Soccerway.

“Skuat PSG bakal bisa lebih berambisi di LIga Champions. Memang benar, PSG kini maju dengan model ekonomi yang tidak biasa, sebenarnya Monaco juga seperti ini,” sambungnya.

“Kami butuh PSG yang hebat, tapi saya lebih suka model Bayern Munich, klub solid dengan organisasi terstruktur,” tutup Le Graet.

(mrp/rin)

NO COMMENTS