Nyon – Ledakan bom terjadi di konser Ariana Grande di kota Manchester. Teror ini membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan.

Seperti yang telah diberitakan, ledakan terjadi di luar arena konser Ariana Grande di Manchester Arena, Senin (22/5/2017). Ledakan yang belakangan diyakini sebagai serangan bom bunuh diri itu sejauh ini menelan 22 korban jiwa.

Imbasnya, Inggris dan Prancis meminta warganya meningkatkan kewaspadaan. Di New York, Amerika Serikat, keamanan juga ditingkatkan.

Perihal ini turut memunculkan kekhawatiran terkait final Liga Europa antara Ajax Amsterdam melawan Red Devils, yang akan digelar di Friends Arena, Stockholm pada Kamis (25/5/2017) dinihari WIB.

Apalagi sebelumnya teror juga sempat terjadi di Stockholm, di mana pada 7 April lalu seorang bernama Rakhmat Akilov membajak truk dan menabrakkannya ke kerumunan orang. Lima orang meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Tapi UEFA menjamin bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan segala kemungkinan terkait teror dengan otoritas setempat. Pengamanan ketat juga sudah direncanakan sejak awal.

UEFA cuma mengimbau agar para penonton bisa datang sedini mungkin karena ada potensi penumpukan di pos-pos pemeriksaan.

“Saat ini tidak ada intelijen special yang mungkin menyarankan bahwa aktivitas-aktivitas final Liga Europa di Stockholm mungkin menjadi target serangan,” ungkap UEFA lewat pernyataan resminya.

“UEFA sudah bekerja dengan otoritas setempat dan FA Swedia selama berbulan-bulan dan risiko teroris sudah diperhitungkan sejak awal proyek. Lebih jauh, sejumlah tindakan keamanan tambahan akan diterapkan menyusul serangan di Stockholm pada April lalu.”

“Karena ketatnya pengaturan keamanan, UEFA mendesak para penggemar untuk datang ke stadion sedini mungkin, karena pengecekan mendetail akan dilakukan di pintu masuk, berujung ke potensi penundaan untuk mengakses stadion,” demikian seperti dikutip Soccerway.

(raw/krs)


NO COMMENTS