Doha – Xavi Hernandez, legenda Barca, mengkritik aktivitas transfer klub Catalan itu. Menurutnya Barca sudah merekrut pemain yang tak pas dengan gaya main klub.

Pesepakbola yang di antaranya meraih delapan gelar juara La Liga dan empat titel Liga Champions selama membela Blaugrana itu menyebut manajemen klub sudah sedikit tertidur dalam menjalankan aktivitas transfer karena terlena dengan situasi sebelumnya.

“Saya merupakan bagian dari sebuah era yang sedemikian impresif sehingga kini kelihatannya takkan bisa disamai lagi,” kata Xavi dalam wawancaranya dengan Marca.

“Mereka (Barca) memainkan sepakbola dengan baik, tapi mereka (manajemen klub) bisa mendatangkan pemain yang lebih bagus. Mereka sedikit tertidur karena enam atau lima tahun lalu mereka punya para pemain terbaik dunia untuk sistem permainan Barca. Kini tinggal ada lima atau pemain tersisa, dalam [Andres] Iniesta, [Jordi] Alba, [Lionel] Messi, [Gerard] Pique, Luis Suarez, dan [Sergio] Busquets. Tapi Barca harusnya punya 11 pemain yang pas untuk sistemnya.”

“Dulu takkan ada pernyataan ‘pemain ini akan cocok di Barca’ karena para pemain itu sudah ada di sana. Mereka sudah merekrut pemain yang tidak cocok dengan gaya bermainnya,” tuturnya.

Sehubungan dengan itu, Xavi pun ditanya apa itu berarti manajemen Barca kini sudah memalingkan wajah dari akademi klubnya sendiri.

“Mereka memerhatikannya, tapi memulai pertandingan dengan pemain dari akademi adalah perkara lain. Faktor itu harusnya bisa diperkuat. Tatkala berada dalam saat keraguan, Anda harusnya berpaling pada apa yang Anda punya,” ucap Xavi.

“Pada era terbaik Barca, mereka sudah memupuk setidaknya 60% pemain tim junior. Thiago, misalnya, pergi, dan itu memang haknya, karena mereka tidak memberinya peluang yang cukup.”

“Akan tetapi, harusnya seluruh pemain bersabar karena ini adalah tim tersulit di dunia (untuk bisa jadi bagian di tim intinya),” ujar Xavi yang kini merumput di Qatar bersama klub Al Sadd.

(krs/mfi)

NO COMMENTS