Madrid – Sergio Ramos menanggapi kritik soal dirinya yang harus dikartumerah di laga El Clasico sambil menyebut eks presiden Catalunya, Carles Puigdemont.

Pada laga yang dihelat di Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12/2017) malam WIB kemarin, Madrid dibuat bertekuk lutut oleh Barca. Ketika 90 menit tuntas, El Real takluk tiga gol tanpa balas.

Seperti biasanya kontroversi serta kartu merah selalu hadir di laga El Clasico. Kartu merah diberikan untuk Dani Carvajal yang menghalangi bola sepakan Luis Suarez dengan tangan di depan gawang.
Sementara itu, Madrid harusnya mendapat satu kartu merah lagi saat Ramos menyikut kepala Suarez dalam duel udara di babak kedua. Tapi Ramos cuma dikartukuning.

Keputusan inilah yang lantas diprotes pemain Barca dan juga fansnya yang menilai Ramos harusnya diusir keluar lapangan.

“Di Barca sana, mereka bilang harusnya saya dipenjara bareng Puigdemont. Saya berduel dan kemudian menyorong Suarez, tapi saya tidak berniat memukulnya,” ujar Ramos seraya menyanggah anggapan fans Barca seperti dikutip Soccerway.

Lalu, siapa sosok Puigdemont yang disebut oleh Ramos? Puigdemont adalah mantan presiden Catalunya yang dipecat pemerintah Spanyol Oktober lalu menyusul kemerdekaan Catalunya.

Puigdemont dianggap bersalah karena tak mampu mencegah rakyatnya melaksanakan referendum. Puigdemont kini kabur ke Belgia karena takut ditangkap oleh pemerintah Spanyol.

Usai El Clasico, Ramos Singgung Eks Pemimpin CatalunyaCarles Puigdemont, eks Presiden Catalunya (AFP/Aurore Belot)

Tapi Puigdemont menyerahkan diri ke kepolisian Belgia awal November lalu bersama empat pejabat Catalunya lainnya, Toni Comin, Clara Ponsati, Lluis Puig dan Meritxell Serret.

Video 20Detik: Zidane Nilai Madrid Tak Pantas Menyerah Telak di Bernabeu

[Gambas:Video 20detik]

(mrp/yna)


NO COMMENTS