Jakarta – Camp Nou kosong tanpa penonton saat Barca menjamu Las Palmas di pekan tujuh La Liga Primera. Benarkah isu keamanan jadi alasan?

Musim lalu Camp Nou rata-rata kedatangan 79.000-an penonton jika Barca menjalani laga kandang. Keangkeran yang membangkitkan kengerian lawan itu tidak terlihat malam tadi. Stadion yang pertama dipakai pada tahun 1957 itu kosong melompong.

Ketiadaan satupun penonton dalam laga tersebut terkait erat dengan persoalan politik yang tengah memanas di Catalunya. Di hari yang sama pertandingan digelar, warga Catalunya menggelar referendum untuk menentukan nasib mereka apakah tetap bergabung dengan Spanyol atau memerdekakan diri.

Foto: Alex Caparros/Getty Images

Rencana Penundaan Laga

Beberapa hari sebelum kick-off, sudah ramai terdengar kalau laga Barca dengan Las Palmas akan diundur. Masalah keamanan menjadi pertimbangan utama.

Namun ketika itu kepolisian Barca menepis rumor tersebut. Mereka yakin bisa memberikan jaminan keamanan sehingga laga bisa digelar seperti biasa.

Namun begitu, rumor pertandingan akan ditunda kembali mengemuka pada Minggu pagi waktu setempat. Itu disebabkan banyak beredarnya foto-foto tindankan represif polisi pada warga yang berniat ikut referendum. Josep Guardiola menuding kepolisian Spanyol telah melakukan tindak kekerasan pada warga Catalunya.

Hingga 90 menit sebelum kick-off belum ada penjelasan dari manajemen klub atau pihak La Liga soal nasib laga. Dikutiip dari BBC, beberapa sumber terpercaya menyatakan laga akhirnya akan ditunda.

Saat itu kedua tim sudah berada di ruang ganti pemain. Sementara wartawan dan fotografer juga sudah diizinkan masuk stadion. Namun penonton yang memegang tiket tetap tertahan di luar.

Sampai beberapa menit berselang suporter tetap tidak diizinkan masuk. Mulai tersiar kabar kalau laga akan digelar secara tertutup. Di dalam stadion pemain sudah muncul untuk melakukan pemanasan.

Kondisi itu membuat suporter yang tertahan di luar stadion mulai melakukan protes. Sorakan dan teriakan terdengar, mereka meminta diizinkan masuk.

Pertandingan akhirnya terkonfirmasi dilakukan secara tertutup setelah melalu pengeras suara diumumkan penonton diminta pulang. Meski dirundung kekecewaan, penonton akhirnya beranjak pergi beberapa menit kemudian.

Masih dikutip dari BBC, Presiden Josep Maria Bartomeu menyatakan keputusan menggelar pertandingan secara tertutup diambil bukan karena alasan keamanan. Tapi sebagai sikap Barca yang tidak setuju terhadap larangan melakukan referendum yang dikeluarkan pemerintah Spanyol.

“Pertandingan digelar secara tertutup bukan karena alasan keamanan. Kepolisan Catalunya sudah memberikan jaminan. Kami melakukan ini karena alasan yang tidak biasa, bukan persoalan keamanan. Kami melakukan ini untuk menunjukkan ketidaksetujuan kami,” ucap Bartomeu.

Namun begitu, usai pertandingan kubu Barca mengeluarkan pernyataan berbeda. Pertandingan diputuskan digelar tertutup memang karena alasan keamanan, sebab beberapa kelompok suporter mengancam akan menghentikan pertandingan sedari awal.

Tentang Camp Nou yang Kosong Malam TadiFoto: REUTERS/Albert Gea

Tanpa dapat dukungan dari puluhan ribu pendukungnya, Barca berhasil menjaga rekor 100% kemenangan mereka. Dua gol Lionel Messi dan satu lainnya dari Sergio Busquets memberi Barca kemenangan telak 3-0.

Sikap Politik Barca

Secara tersurat Barca tidak menyatakan mendukung kemerdekaan Catalunya. Namun mereka menyatakan support pada proses Catalunya mendapatkan kemerdekaannya dan mendukung dilakukannya referendum.

“FC Barca masih setia dengan komitmen historisnya untuk membela negara, menjaga demokrasi, dan kebebasan berbicara, dan hak untuk menentukan nasib sendiri, mengecam tindakan yang dapat menghambat pelaksanaan hak-hak ini secara bebas.”

“Karena itu, FC Barca mengekspresikan dukungan pada semua orang, dan institusi yang bekerja untuk menjamin terselenggaranya hak-hak ini. FC Barca, dengan tetap menaruh hormat pada perbedaan yang ada di anggotanya, akan terus mendukung keinginan mayoritas warga Catalunya, dan akan melakukannya dengan cara-cara yang damai dan bisa dicontoh.”

(din/nds)


NO COMMENTS