Manchester – Meski tampil oke di paruh pertama musim, The Blues dan Red Devils gagal menandingi Manchester City yang nyaris sempurna. Josep Guardiola pun bersimpati.

The Blues menduduki posisi ketiga klasemen dengan meraih 38 poin dengan 12 kemenangan, dua seri, dan empat kali tunduk. Dalam 10 laga terakhirnya, Si Biru cuma sekali tunduk dan meraup delapan kemenangan.

Sedangkan MU menempati posisi kedua dengan keunggulan tiga angka dari The Blues. Setan Merah bahkan meraih 13 kemenangan dan hanya tiga kali tunduk.

Sekalipun dengan statistik yang terbilang oke, The Blues dan MU tertinggal 14 poin dan 11 poin dari City di pucuk klasemen. The Citizens tidak terkalahkan dengan hanya meraih sekali seri dan 17 kemenangan, yang 16 di antaranya dirangkai secara berturut-turut.

City akan menyamai rekor Inter Milan andai mampu mengalahkan Bournemouth, Sabtu (23/12/2017) malam WIB. Guardiola mengaku tak menyangka dengan performa City, yang membuat The Blues dan MU dikritik karena tertinggal jauh.

“Tentu saja. United dan The Blues memiliki perolehan angka untuk menjadi juara,” kata manajer City itu saat ditanya apakah dia bersimpati untuk kedua klub karena gagal menyaingi timnya.

“Saya memiliki respek besar kepada klub-klub lain. The Blues telah memainkan 10 pertandingan, delapan kali unggul, sekali seri, dan haya sekali tunduk. Itu adalah angka-angka untuk menjadi juara,” sambung Guardiola di M.E.N.

“Ketika hal itu terjadi, tim-tim tersebut tidak bisa mengeluh. United juga sama. Mereka sedang menjalani sebuah musim yang menakjubkan.”

“Saya gembira, kami berada di posisi sekarang. Saya akan menginginkan berada di sini di awal musim, tapi saya tidak menyangka. Saya ulangi, ini tidak wajar. Saya tidak terbiasa dengan situasi ini. Saya menduga kami akan tunduk di beberapa pertandingan dan kehilangan angka, tapi saya gembira.”



()


NO COMMENTS