Barca – Eks Presiden Barca Joan Gaspart bicara soal kepergian Neymar. Menurutnya, kepergian Neymar bisa disejajarkan dengan kepindahan Luis Figo ke Real Madrid.

Neymar di ambang pintu keluar Camp Nou usai menyatakan keinginannya untuk pergi. Paris Saint-Germain disebut-sebut akan jadi tujuan pemain asal Brasil itu.

Keputusan Neymar untuk meninggalkan Barca jadi berita menghebohkan. Apalagi transfer tersebut akan memecahkan rekor dunia dengan nilai mencapai 222 juta euro (Rp 3,5 triliun).

Dengan nilai transfer yang selangit itu, Neymar dinilai cuma mengejar uang oleh para pendukung Barca. Suporter Barca pun sudah menyuarakan kekecewaannya dengan menempel sejumlah poster yang menyebut Neymar sebagai ‘pengkhianat’ dan ‘tentara bayaran’ di sekitar Camp Nou.

Melihat kehebohan dari saga transfer Neymar, Gaspart membandingkannya dengan kepindahan Figo ke Madrid pada 2000 lalu. Saat itu, Figo yang tengah bersinar bersama Barca memutuskan untuk menyeberang ke musuh abadi Blaugrana itu.

Kepindahan Figo juga tak bisa diterima dengan baik oleh pendukung Barca. Saat Figo kembali ke Camp Nou di laga El Clasico, dia mendapat sambutan tak menyenangkan dari suporter. Puncaknya adalah saat sebuah kepala babi dilemparkan kepadanya di dekat bendera sepak pojok.

Gaspart, yang menjabat sebagai presiden Barca saat Figo pindah, menilai kepergian Neymar sama hebohnya. Dia juga mengkritik sikap Neymar dalam menangani situasi ini.

“Saya sudah melihat situasi yang mirip tapi Neymar ada dalam kategori yang sama dengan Figo, yang dulu sendiri tapi sekarang ditemani Neymar,” ujar Gaspart kepada Cadena SER seperti dilansir ESPN FC.

“Saya sudah melihat pemain-pemain hebat seperti (Diego) Maradona dan Ronaldo, yang lebih baik daripada Neymar, juga pergi dari Barca karena klub lain membayar klausulnya.”

“Tapi mereka pergi dengan hormat, tanpa menimbulkan banyak kehebohan. Saya tidak suka sikapnya (Neymar) terhadap klub, suporter, dan teman-teman setimnya,” katanya.

(nds/raw)


NO COMMENTS