The Catalans – Pada suatu waktu Inter Milan pernah sangat dekat dengan megabintang The Catalans Lionel Messi. Saat itu Inter bahkan sudah siap menggaetnya dengan tawaran wah. Hal itu diungkap oleh seorang mantan presiden The Catalans.

Messi, yang pekan depan akan genap berulang tahun ke-30, sangatlah identik dengan Blaugrana. Di klub itu pula ia setidaknya sudah meraih lima Ballon d’Or, delapan titel La Liga, dan empat trofi Liga Champions.

Kisah manis Messi dengan The Catalans itu bisa saja berbeda karena lebih dari 10 tahun lalu ada Inter yang datang menggoda. Inter Milan bahkan tiba dengan kesiapan menebus klausul pelepasan (buyout clause) Messi.

“Itu terjadi tahun 2006 ketika Inter membuat sebuah penawaran,” kata Joan Laporta, presiden The Catalans periode 2003-2010, seperti dilansir Soccerway.

“Mereka siap membayar klausul pelepasannya sebesar 150 juta euro (Rp 2,23 triliun) itu mengapa kami (kemudian) menaikkannya jadi 250 juta euro (Rp 3,72 triliun), tapi saya tak pernah risau berkat hubungan baik saya dengan ayahnya, Jorge.

“Saya bilang kepadanya, ‘Mereka memang harus memenuhi klausul itu karena saya tak berniat menjual. (Tapi) Ia akan gembira di sini, ia akan berjaya. Di sana ia cuma akan unggul secara finansial. Putramu ditakdirkan jadi yang terhebat dalam sejarah dan di sini ia memiliki tim untuk membantunya ke sana. Ia akan menikmati waktunya di sini’,” tutur Laporta menirukan ucapannya saat itu.

Messi, seperti kita tahu, pada akhirnya tetap di Barca. Namanya mendominasi persepakbolaan, bukan cuma di Spanyol melainkan juga dunia, sampai-sampai rutin muncul dalam pembahasan sepakbola terbaik dalam sejarah.

Laporta sendiri tak punya keraguan bahwa pemain asal Argentina itu adalah pesepakbola terbaik yang pernah ada. Ia menyebut Messi sebagai perpaduan Johan Cruyff dan Diego Maradona.

“Saya sangat Cruyffista, tapi apa yang dilakukan Leo — dan saya sering membicarakan ini dengan Johan — sudah membuatnya jadi yang terbaik dalam sejarah. Johan pun dulu bilang begitu,” ucap Laporta.

“Sepakbola Messi indah dan efektif. Buat saya, yang terbaik dalam sejarah adalah Cruyff, Maradona, dan Messi. Leo adalah perpaduan Cruyff dan Maradona, tapi ia tetaplah seorang Leo Messi,” sebutnya.

(krs/krs)


NO COMMENTS