Lisbon – Rekor demi rekor terus dipatahkan Cristiano Ronaldo. Seorang mantan rekan satu timnya pun menyebut Ronaldo memang sudah seperti sebuah mesin saja.

Ronaldo menutup musim 2016-17 dengan mengantarkan Real Madrid, klubnya, menjuarai Liga Champions. Ia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Juventus.

Lewat penampilannya di laga itu saja Ronaldo jadi pemain pertama yang mencetak gol di tiga final berbeda Liga Champions setelah 2008 dan 2014. Ia juga menjadi satu dari tiga pemain yang sudah empat kali menjuarai ajang tersebut.

Pencapaian Ronaldo bertambah mengingat dua gol yang dicetaknya mengukuhkan dirinya sebagai topskorer Liga Champions 2016-17 dengan 12 gol. Sudah lima musim terakhir namanya rutin jadi topskorer ajang itu — sekali bersama dua pemain lain (2015).

Pun demikian, perjalanan musim ini bukannya mulus-mulus saja buatnya. Ronaldo juga sempat kena cibiran dari sejumlah suporter klubnya sendiri, sesuatu yang sudah tegas-tegas disebutnya sangat tidak mengenakkan.

[Baca juga: Terus Dicibir Madridista, Ronaldo: Itu Tak Pernah Terjadi di Red Devils]

Hugo Almeida, pemain tim nasional Portugal periode 2004–2015 yang pernah setim dengan Ronaldo di kurun waktu itu, juga tak habis pikir dengan cibiran tersebut. Apalagi mengingat aksi Ronaldo setiap tahunnya.

“Itu tak adil. Ia tak perlu membuktikan apa-apa lagi kepada siapa pun,” ujar Almeida seperti dilansir Soccerway.

“Setiap tahun ia melakukan sesuatu yang hebat, membuat rekor. (Padahal) Orang-orang terus berpikir ia akan segera habis. Ia justru menjadi semakin tangguh. Ia adalah yang terbaik di dunia… ia seperti sebuah mesin,” sebutnya.

(krs/fem)


NO COMMENTS