Dortmund – Thomas Tuchel terhitung sukses selama dua tahun melatih Borussia Dortmund. Lalu apa yang membuat Dortmund memutuskan untuk berpisah dengan pelatihnya itu?

Dortmund mengumumkan perpisahan dengan Tuchel pada Selasa (30/5/2017). Pengumuman itu dibuat hanya tiga hari setelah Tuchel memimpin Die Borussen mengalahkan Eintracht Frankfurt di final DFB-Pokal.

(Baca juga: Tuchel Tinggalkan Dortmund)

Kepergian Tuchel dari Dortmund sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Dalam beberapa waktu terakhir, sang pelatih diisukan berselisih dengan dua petinggi klub, CEO Hans-Joachim Waztke dan Direktur Olah tubuh Michael Zorc.

Dalam sebuah surat terbuka yang diunggah di situs resmi Dortmund, Watzke secara tidak langsung membenarkan adanya perselisihan tersebut.

“Ada kritik dari sebagian fans karena kami berpisah dengan Tuchel. Sebagai sebuah klub kami bisa memahaminya. BVB sukses bersama Tuchel selama dua tahun, di mana kami mencapai target-target kami,” tulis Watzke.

“Namun kami, Direktur Olah tubuh Michael Zorc dan saya sendiri, sudah sangat lelah menghadapi staf pelatih. Mengemban tanggung jawab Anda bukan semata soal hasil. Tak ada bedanya di Dortmund dengan klub olah tubuh mana pun. Ini tentang nilai-nilai dasar seperti kepercayaan, respek, komunikasi, kebenaran, identitas. Ini soal loyalitas.

“Dalam situasi sekarang, kami tak melihat titik awal untuk sebuah kerja yang sukses di masa mendatang. Itulah kenapa kami memutuskan untuk tak melanjutkan kerja sama dengan staf kepelatihan ini setelah musim 2016/2017.

“Bagi saya, ini bukanlah tentang apakah Anda bisa minum bir bersama-sama, main kartu bersama, atau tidak. Jika kami menyederhanakan hal-hal ini, kami akan menjadi para pembuat keputusan yang buruk. Menurut saya, perwakilan klub dan pelatih tak harus menjadi teman dekat.

“Hubungan spesial yang Zorc dan saya miliki dengan Juergen Klopp bukanlah standar hubungan dengan Thomas Tuchel — dan tak akan jadi standar untuk pelatih Dortmund berikutnya,” kata Watzke.

Dortmund belum mengumumkan siapa pelatih baru pengganti Tuchel. Namun, sejumlah nama telah disebut-sebut, antara lain Lucien Favre (Nice), Julian Nagelsmann (Hoffenheim), Peter Stoger (Cologne), Niko Kovac (Eintracht Frankfurt), hingga Peter Bosz (Ajax).

(mfi/rin)


NO COMMENTS