Munich – Franck Ribery ditengarai menjadi salah satu pemain yang menyorong pemecatan Carlo Ancelotti. Eks pemain Bayern Munich Markus Babbel melontarkan reaksi keras.

Bayern memecat Ancelotti sekitar sepekan lalu setelah kekalahan 0-3 di markas Paris St. Germain dalam lanjutan Liga Champions. Keputusan itu dilakukan bukan karena hasil sejak awal musim yang tak memenuhi ekspektasi, tapi juga adanya konflik internal.

Kabarnya, Ribery bersama Jerome Boateng, Arjen Robben, Mats Hummels dan Kingsley Coman mengeluhkan metode latihan Ancelotti. Mereka bahkan disebut-sebut mengadakan sesi latihan tambahan sendiri tanpa sepengetahuan si pelatih.

Secara ‘kebetulan’, Ribery, Robben, dan Hummels dicadangkan dalam laga di Parc des Princes. Hal itu menguatkan adanya masalah internal, sekalipun dibantah.

Babbel sempat menghabiskan tujuh tahun di Bavaria. Dia membela Ancelotti dan menyalahkan pemain seperti Ribery atas dipecatnya Ancelotti.

“Franck Ribery tidak mencetak satu gol pun di Liga Champions dalam dua tahun terakhir. Dia masih mengira dirinya selevel dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tapi kenyataannya berbeda,” ceplos Babbel kepada Sky90, yang dikutip Daily Express.

“Hal yang sebenarnya adalah ketika dibutuhkan, dia tidak ada,” sambung dia.

“Sedikit mengganggu bagi saya karena semua masalahnya mengarah kepada Carlo Ancelotti. Ribery memang punya jasa besar untuk klub dan telah menjadi seorang pemain yang fantastis, tapi posisinya itu kini tidak bisa dia penuhi lagi sekarang menurut saya,” imbuh pria yang kini melatih di Swedia itu.

(rin/raw)


NO COMMENTS