London – Arsene Wenger telah melampaui rekor Sir Alex Ferguson di Premier League. Manajer The Gunner itu menyebut bisa betah dengan jabatan itu ibarat kecanduan.

Wenger memastikan rekor baru itu usai mendampingi The Gunner saat menghadapi West Bromwich Albion di The Hawthorns, Senin (1/1/2018) dini hari WIB. Pria asal Prancis itu dinobatkan sebagai manajer yang memimpin tim paling sering di Premier League dengan catatan 811 pertandingan.

Dalam 811 pertandingan itu, Wenger menorehkan 468 kemenangan, 198 hasil sebanding, dan 145 kekalahan serta tiga gelar juara Premier League. Torehan tersebut dibuatnya bersama-sama The Gunner selama 21 tahun.

[Baca Juga: Wenger Pecahkan Rekor Ferguson di Premier League]

“Itu sebuah candu yang membuat kalian terbang tinggi dan, secara alami, ada saat turun. Tapi, kalian akan terus menginginkan untuk merasakannya lagi. Meskipun, kadang tekanan yang dirasa teramat berat,” ujar Wenger kepada SFR Sport dan dikutip Daily Star.

“Tekanan terburuk justru bukan saat menjalaninya. Hidup kadang terasa kosong. Saya memiliki banyak teman yang bilang,”Saya berhenti. Saya berhenti. Saya berhenti,” Tapi kemudian mereka kembali,’ dia menuturkan.

“Bahkan ketika ada yang mengatakan,”Percayalah kepada saya, saya tak akan kembali,”, seperti Capello dan Lippi. Mereka akhirnya kembali menjadi pelatih di China padahal sudah nyaman di atas yacht di tengah laut. Itu sungguh candu, candu yang sesungguhnya. Kalian tak akan bisa apa-apa tanpanya,” Wenger mengucapkan.

Wenger mengawali karier manajer sejak 184. The Gunner adalah klub keempat yang ditanganinya.

Kebersamaan dengan The Gunner tak melulu berujung manis. Bahkan, sudah terlampau lama The Gunner tak lagi juara liga Inggris sejak 2013/2014. Belakangan tekanan dari fans sangat tinggi agar Wenger melepaskan jabatannya. Dia mengibaratkan sulitnya menjadi manajer klub seperti naik gunung tinggi.

“Ada sihir dalam pekerjaan kami, yakni membawa energi untuk tujuan bersama. Berbagi emosi dan membawa Anda ke tempat-tempat, yang secara praktis, tidak ada yang lain, meski kadang membuat kecil hati, kadang terasa seberat seperti mendaki gunung Mont Blanc dan rasanya tidak akan pernah sampai ke puncak, itu sulit. Tapi ada sihir yang membawamu kembali kepada pekerjaan itu,” dia menambahkan.

(fem/mrp)


NO COMMENTS