London – Pep Guardiola dijatuhi denda 20 ribu pound sterling oleh FA karena memakai pita kuning. FA menganggap pita itu sebagai pesan politik, Guardiola tak sepakat.

Guardiola sudah dijatuhi denda 20 ribu pound sterling pada 9 Maret lalu karena menggunakan pita kuning. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) memandang pemakaian pita kuning itu sebagai bentuk pesan politik.

Sejak awal Guardiola tak sependapat dengan FA. Manajer Manchester City itu menjelaskan bahwa pita kuning itu murni tanda solidaritas terhadap dua politikus Catalan, Jordi Sanchez dan Jordi Cuixart, yang ditahan alih-alih bentuk dukungan terhadap referendum.

Isu pita kuning itu kemudian jadi polemik, dengan FA beberapa kali berkomunikasi dengan Guardiola. Surat pertama diberikan FA ke Guardiola medio Desember, tapi saat pelatih asal Catalunya itu merespons dengan pandangannya.

Guardiola kembali diberi tahu pada Januari bahwa pita itu mengandung pesan politik. Kali ini City merespons dengan penjelasan bahwa sang manajer belum sepenuhnya diberi arahan soal ini. Peringatan berikutnya datang pada awal Februari, kali ini diarahkan untuk City.

FA pada akhirnya menjatuhkan dakwaan pada 19 Februari. Guardiola menerima dakwaan itu, tapi menyebut bahwa pelanggarannya itu terjadi tanpa kesengajaan karena pita terlihat saat ia lupa mengancingkan jasnya. Dia lantas didenda 20 ribu pound pada 9 Maret lalu.

Dalam perjalanannya, FA menjelaskan bahwa denda tersebut dijatuhkan bukan semata-mata karena pitanya saja. Melainkan karena Guardiola dianggap melakukan tindak pembangkangan terhadap FA.

“Komisi menyadari bahwa Mr. Guardiola menganggap pita kuning tak ofensif dan oleh karena itu tak melanggar aturan UEFA apapun. Komisi tak menemukan adanya nilai ofensif dari simbol itu, namun memerhatikan bahwa aturan FA berbeda dan terpisah dari UEFA, dan tidak ada ketentuan apapun untuk pesan politik haruslah ofensif di bawah aturan FA,” ungkap pernyataan FA.

“Komisi mempertimbangkan, tapi tak menerima penjelasan Mr. Guardiola bahwa dia tak sengaja mengenakan pita kuning di pertandingan yang disebutnya. Sebaliknya, tindakannya dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap peringatan berulang. Ini jadi faktor memberatkan dalam kasus ini,” tambah pernyataan FA.

—–

Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini.

(raw/mfi)



NO COMMENTS