London – Masih belum jelas bagaimana masa depan Alexis Sanchez dan Mesut Oezil di The Gunner. Situasi ini diyakini sudah bikin suasana di ruang ganti tim terasa canggung.

Sanchez dan Oezil tengah menjalani tahun terakhir dalam kontraknya. Seiring pembicaraan kontrak yang tak menemui titik terang dan waktu yang terus berjalan, keduanya diyakini cenderung menginginkan pergi.

The Gunner saat ini punya kesempatan terakhir untuk mencoba ‘menguangkan’ keduanya, yakni di bursa transfer Januari nanti alih-alih kehilangan secara cuma-cuma di akhir musim. Sejauh ini, Sanchez dikabarkan masih diminati Manchester City sementara Oezil disebut-sebut diincar Red Devils.

Sementara di tubuh tim The Gunner, situasi terkait Sanchez dan Oezil sudah menunjukkan dampak buruk. Usai unggul 3-2 atas Crystal Palace, Jumat (29/12/2017) dinihari WIB, nuansa perpecahan dinilai sudah terlihat. Dalam perayaan gol Sanchez, hanya segelintir pemain yang ikut serta.

Perpecahan ini disebut eks pemain The Reds Graeme Sounes adalah hanya salah satu efek dari isu Sanchez-Oezil. Pria yang kini menjadi analis Sky Sports itu meyakini sebelumnya sudah ada nuansa canggung di ruang ganti The Gunner.

Apalagi Sanchez dan Oezil musim ini tak secemerlang sebelum-sebelumnya. Sanchez mengawali musim dengan tanpa gol di lima partai berurutan, lalu sempat puasa gol lagi di empat laga berturut-turut sebelum menyetopnya di laga lawan The Reds dan Palace.

Oezil malah terlihat lebih kesulitan. Dia sudah enam partai berurutan tak memberikan assist, meski mencetak dua gol dalam periode itu. Tapi sebagai kreator peluang, catatan ini sudah cukup untuk membuatnya tampak buruk di hadapan suporter.

“Ketika segala sesuatunya tak berjalan baik, para pemain lain di ruang ganti akan berpikir ‘Dia tak memberikan kita apapun, itu sebabnya kita tak memenangi laga-laga dan kenapa kita cuma berimbang di banyak pertandingan’,” kata Souness dikutip Sky Sports.

“Kita cuma bisa menebaknya dari kejauhan, bagaimana para pemain lain melihat Oezil dan Sanchez ingin meninggalkan klub. Apakah salah satu bertahan atau keduanya pergi, tak ada yang tahu.”

“Tapi akan tidak nyaman situasinya ketika mereka tak memenangi pertandingan-pertandingan atau kalau mereka berimbang di laga-laga yang seharusnya dimenangi. Itu adalah hal pasti yang akan ditunjuk para pemain lain di ruang ganti,” imbuhnya.

(raw/rin)


NO COMMENTS