Jakarta – Musim masih panjang, tapi jika sampai bertekuk lutut dari Man City maka MU akan tertinggal makin jauh dari puncak klasemen. Masalahnya, City belum terhadang di Premier League.

Keunggulan City atas MU akan merenggang ke 11 angka jika pada Minggu (10/12/2017) lusa Josep Guardiola dan timnya bisa meraih kemenangan di Old Trafford. Kecuali saat berhadapan dengan Everton, City selalu unggul di 14 pertandingan Liga Inggris musim ini.

Ada banyak hal yang membuat MU (juga Mourinho) harus berhitung matang-matang menyiapkan strategi menghadapi City. Tetangga sekota mereka itu saat ini adalah klub paling produktif (46 gol) dan juga menjadi klub dengan jumlah kebobolan paling sedikit nomor dua.

Lalu bagaimana Mourinho akan menghentikan Manchester City?

Meski punya rekor sangat baik sejauh ini, City bukannya tidak tak terkalahkan. Dua hari lalu mereka tumbang di tangan Shakhtar Donestk pada ajang Liga Champions, yang menjadi kekalahan pertama The Citizens.

Laga dengan Shakhtar yang tak lagi menentukan bisa saja jadi pembelaan City atas kekalahan tersebut. Tapi City sebenarnya tengah mengalami penurunan laju (kalau tak mau dikatakan penurunan performa). Di 12 pertandingan pertamanya City membuat rata-rata 3,33 gol per laga. Sementara pada tiga duel terakhir rata-rata gol mereka menurun menjadi hanya 2.

City hanya unggul 2-1 atas Huddresfield, Southampton, dan West Ham United. Kemenangan itupun diraih melalui perjuangan ekstra sulit, di mana gol penentu datang jelang laga tuntas.

Dari pertandingan-pertandingan itu terlihat City sangat kesulitan menembus Huddresfield, Southampton, dan West Ham yang bertahan sangat dalam. Apalagi klub-klub tersebut sukses membatasi ruang gerak dua pemain lincah City, Raheem Sterling dan Leroy Sane.

Bertahan sangat dalam, untungnya, sudah sangat dikuasai Mourinho. Cara dia mengalahkan The Catalans-nya Guardiola di 2009 dan mengantar Inter Milan meraih treble winner adalah salah satu tonggak tertinggi keberhasilan strateginya.

Satu hal lain yang terekspose dari kemenangan tipis City dalam tiga pertandingan terakhir adalah tentang gol tandukan Angelo Ogbonna ke gawang Ederson Moares. Jika Romelu Lukaku dimainkan dan Fellaini juga ada di atas lapangan, maka eksekui bola mati The Red Devils akan sangat menakutkan bagi City.

Tapi MU juga bukan tanpa masalah. Ketiadaan Paul Pogba akan jadi kehilangan besar, selain itu Nemanja Matic juga masih diragukan bisa main.

Dari kubu City, Guardiola sempat mengatakan kondisi David Silva tak bisa dipastikan. Tapi Mourinho curiga itu cuma akal-akalan sang lawan.

(din/krs)


NO COMMENTS