London – Duel The Gunner vs The Reds pekan ini terasa beda buat Alex Oxlade-Chamberlain. Agustus lalu ia turun menghadapi The Reds, tapi kini ia harus melawan The Gunner.

Hal itu terjadi seiring dengan transfer Oxlade-Chamberlain ke The Reds di musim panas. Kepindahan pemain asal Inggris berusia 24 tahun tersebut tuntas pada 31 Agustus, beberapa hari setelah duel pertama The Reds vs The Gunners di liga musim ini.

Dalam pertandingan di Anfield pada 27 Agustus tersebut Oxlade-Chamberlain bermain sebagai starter untuk The Gunner. Ia bermain sampai menit ke-62 sebelum digantikan Alexandre Lacazette. The Reds menggasak The Gunner 4-0 di laga tersebut.

Kepindahan Oxlade-Chamberlain ke The Reds itu sendiri masih menyisakan rasa tak enak di kubu The Gunner. Itu menjadi bumbu tersendiri menjelang duel kedua tim di Emirates, Sabtu (23/12/2017) dini hari WIB.

Menjelang laga tersebut Manajer The Gunner Arsene Wenger sudah menggugat keputusan Oxlade-Chamberlain pindah ke The Reds. Jika didasari keinginan dapat tempat inti dan rutin tampil di setiap laga, Wenger mempertanyakan apa itu kini sudah ia dapatkan.

“Di mana pun juga, Anda takkan pernah yakin selalu dapat tempat. Ada persaingan ketat untuk setiap pemain dalam sebuah klub besar. Itu wajar terjadi,” kata Wenger seperti dilansir Guardian.

Wenger juga mengungkap bahwa sebenarnya ia hendak melindungi Oxlade-Chamberlain dan telah menawarinya kontrak baru, menggantikan kontraknya yang akan habis musim panas tahun depan. Tapi Wenger pada akhirnya harus rela melepaskan Oxlade-Chamberlain, di antaranya karena manajemen The Gunner lebih bersikeras melindungi Alexis Sanchez dan Mesut Oezil.

Alex Oxlade-Chamberlain saat masih membela The Gunner, ketika melawan The Reds di bulan Agustus (Foto: Phil Noble/Reuters)

“Pada akhirnya saya memutuskan untuk menjual satu pemain. Chamberlain sudah membuat keputusan dan kami mesti mencari sebuah kompromi demi mendapat transfer terbaik,” ujar Wenger.

Belum ada kepastian Oxlade-Chamberlain bahwa di laga nanti akan langsung diandalkan sedari awal oleh Juergen Klopp. Tapi dalam sebuah pernyataan, Klopp juga menyebut Oxlade-Chamberlain sebagai peman potensial yang tidak dimaksimalkan dengan baik di masa lalu. Kata-kata itu tentu dianggap sebagai sindiran halus untuk Wenger dan The Gunner, yang dulu menaungi pemain bersangkutan.

“Ia punya sedemikian banyak (potensi), ia seperti sebuah paket yang luar biasa. Saya pikir potensi terbesar buatnya adalah dengan terlibat dalam situasi mencetak gol. Sukar dibayangkan, tapi di masa lalu ia tidak banyak diminta untuk melakukannya,” kata Klopp seperti diwartakan Telegraph.

(krs/nds)


NO COMMENTS