Manchester – Red Devils kerap mengalami kebuntuan saat melawan tim yang di atas kertas bisa dikalahkan. The Red Devils dituntut agar lebih kreatif dan tajam lagi.

Di antara tim tujuh besar, MU merupakan tim dengan produktivitas gol paling rendah. Mereka yang menempati posisi lima, baru membukukan 51 gol atau sembilan gol lebih sedikit dari Everton di posisi tujuh.

Situs resmi Premier League melansir data bawa rata-rata gol tim besutan Jose Mourinho musim ini di angka 1,51 gol tiap pertandingan. Akurasi tembakannya cukup rendah, sebesar 36 persen.

Selain itu, MU dicatat melakukan sebanyak 58 peluang bersih. Ada 18 tembakan ‘Setan Merah’ yang membentur mistar gawang.

Salah satu kebuntuan MU di musim ini adalah saat laga melawan Burnley di Old Trafford pada akhir Oktober 2016. Kala itu, tim MU mampu melepaskan 38 tembakan, 11 on target, tak ada satupun yang berbuah gol.

Hal itu yang menjadi pusat perhatian eks bek MU, Gary Neville. Dia pun mengharapkan juara Piala Liga Inggris musim ini itu bisa lebih tajam dan kreatif lagi.

“Saya pikir United hanya harus lebih kejam, lebih tajam lagi dengan peluang yang mereka dapatkan, serta juga mempunyai kualitas lebih di daerah sepertiga akhir,” tegas Neville di Sky Sports.

“Begitu Swansea mencetak gol, hal itu bisa terjadi. Tapi secara historis Anda jelas mengharapkan agar United bisa mendapatkan dua atau tiga peluang lagi untuk mendapatkan gol, tapi itu tak terjadi.”

“Saat laga perlahan selesai dan Jose Mourinho tahu dia harus melakukan beberapa perekrutan dan melakukan beberapa perbaikan dalam tubuh skuat,” tambah member dari Class of 92 itu.

(cas/rin)


NO COMMENTS