London – Manajer The Gunner Arsene Wenger ikut mengomentari keributan pasca Derby Manchester. Menurut Wenger, perayaan kemenangan yang dilakukan Manchester City berlebihan.

Keributan pecah di lorong Stadion Old Trafford setelah City mempermalukan MU 1-2, Minggu (10/12/2017). Insiden itu dimulai dengan perang mulut antara manajer MU Jose Mourinho dan penjaga gawang City Ederson di luar ruang ganti City.

Mourinho mendatangi ruang ganti City karena terganggu dengan perayaan kemenangan yang dilakukan pasukan Josep Guardiola itu terlalu riuh. Dalam keributan itu, Mourinho nyaris terkena lemparan susu yang pada akhirnya justru membasahi salah seorang staf MU.

Insiden semacam itu pernah dialami The Gunner, juga dengan MU saat puncak rivalitas kedua klub bertahun-tahun lalu. Dikenal dengan ‘pizza-gate’, sebuah potongan pizza dilempar sehingga mengenai eks manajer MU Alex Ferguson yang diketahui Cesc Fabregas sebagai pelakunya.

Wenger menilai City bisa saja telah menyinggung karena merayakan kemenangannya secara berlebihan. Tim pemenang mesti tetap respek terhadap lawannya seperti di sport sumo.

“Itu adalah bagian dari intensitas (pertandingan),” ungkap Wenger dalam konferensi pers yang dilansir Daily Mirror. “Memang bisa berlebihan. Hal itu pernah terjadi kepada kami. Terjadi kepada kami. Mudah-mudahan Anda berkomitmen 100 persen di lapangan dan menjadi orang baik setelahnya.”

“Saya benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Memang sulit melihat perayaan 100 persen di kubu lawan. Itu adalah sebuah pengalaman yang memang sedikit menyinggung.”

“Itulah mengapa saya mengagumi sumo di Jepang, karena pihak yang unggul tidak memperlihatkan kegembiraannya karena respek terhadap lawannya. Apakah itu sesuatu yang bisa kita tiru? Saya pikir tidak. Bukan bagian dari budaya kita,” simpul Wenger.

(rin/nds)


NO COMMENTS