Manchester – Marcus Rashford tak mau cuma sekadar sensasi semusim belaka. Dia belajar banyak termasuk meminta saran sang kakak agar kariernya ke depan mulus.

Rashford jadi idola baru publik Old Trafford ketika di pertengahan musim 2015/2016, Louis van Gaal yang masih jadi manajer Red Devils mempromosikannya ke tim utama.

Di saat Wayne Rooney tampil di bawah performa terbaiknya, Rashford bersama Anthony Martial tampil sebagai penyelamat MU. Rashford yang masih berusia 18 tahun itu bikin delapan gol dari 18 penampilan.

Performa itu membuat Rashford bisa masuk skuat Inggris dan di musim ini kembali diandalkan di lini depan MU meski hanya sebatas pelapis Zlatan Ibrahimovic.

Tapi Rashford tak mempermasalahkan karena itu menjadi bagian dari proses pembelajarannya untuk jadi pemain besar kemudian. Maka dari itu Rashford selalu coba menjaga diri dari eksepektasi berlebihan dan berusaha perlahan-lahan meniti kariernya.

“Orang-orang bisa menasehati Anda dan melakukan apa yang mereka bisa untuk membantu Anda, tapi pada akhirnya semua tergantung Anda. Anda yang tahu mana benar dan salah. Penting untuk melakukan segalanya dengan benar,” ujar Rashford seperti dilansir Soccernet.

“Anda sudah sering melihat para pemain muda saat ini di mana banyak gangguan ketika mereka pertama kali masuk tim utama tapi kami, khususnya di United, punya banya contoh pemain yang tidak peduli dengan itu dan fokus pada sepakbola,” sambungnya.

“Saya sendiri berterima kasih kepada kakak saya yang selalu menasehati saya ketika muda. Pengaruh mereka dibutuhkan di saat-saat penting. Kini saya tahu mana yang benar dan salah,” tutup Rashford yang sudah bikin 10 gol dari 45 penampilan musim ini.

(mrp/nds)


NO COMMENTS