Jakarta – Sebelum laga The Blues vs The Gunner, David Luiz dikutip menyebut pentingnya mengendalikan emosi dan tampil cerdas. Di dalam laga, ia justru dapat kartu merah.

Pertandingan di Stamford Bridge antara The Blues lawan The Gunners, Minggu (17/9/2017), tidak menghasilkan satu gol pun sepanjang 2×45 menit waktu permainan.

Beberapa menit menjelang bubaran memang terjadi satu insiden besar, kendatipun tidak mengubah hasil pertandingan, ketika Luiz menerima kartu merah langsung.

Saat itu wasit Michael Oliver menilai bek asal Brasil tersebut, yang sudah dapat kartu kuning di menit ke-52, layak langsung diacungi kartu merah akibat menjatuhkan Sead Kolasinac.

Insiden ini sendiri berawal ketika Luiz, yang mendapat bola di area benteng sendiri, langsung ditempel oleh Alexis Sanchez. Ia memilih untuk tidak mengoper bola melainkan terus menggiringnya, bahkan sampai beradu bahu dengan Sanchez.

Nah, pada satu ketika bola bergulir sedikit berjarak dari kaki Luiz, menuju Kolasinac. Usaha Luiz untuk menguasai bola lagi membuatnya menjulurkan kaki, yang akhirnya berujung pada tekel untuk Kolasinac.

[Gambas:Youtube]

“Ia ingin terlihat cerdik, tapi malah kena batunya. Ia bisa saja mengoper balik ke penjaga gawang, tapi justru mengundang tekanan dari lawan karena memang senang menggiring bola,” kata Thierry Henry, mantan bintang The Gunner dalam tugasnya sebagai pundit Sky Sports.

“Ia kesal dengan Alexis Sanchez, menghantamnya agar bisa dapat ruang, dan justru lupa bermain sepakbola. Karena kesal dengan Sanchez, ia meluapkan rasa frustrasi kepada Kolasinac. Tak diragukan lagi itu kartu merah,” ucapnya.

Pandangan berbeda, tentu saja, dimiliki oleh kubu The Blues. Dalam laporan pertandingan di ChelseaFC.com, misalnya. Sanchez dinilai lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Luiz.

“David Luiz, yang sebelumnya dapat kartu kuning, langsung dikartu merah akibat melanggar Kolasinac di depan area pelatih, walaupun kelihatannya Sanchez lebih dulu melanggar dirinya sebelum insiden tersebut,” tulis laman web situs resmi The Blues itu.

Terlepas dari beda penilaian tersebut, ada satu hal yang menjadi sebuah ironi tersendiri. Itu adalah pernyataan Luiz dalam majalah pertandingan (pertandingan programme) dan kenyataan yang kemudian hadir di lapangan.

“Saya pikir pengalaman sudah membantu dalam mempersiapkan emosi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan besar. Saya sudah pernah main di banyak laga-laga semacam ini sehingga tahu persis harus bisa mengendalikan emosi, bersikap cerdas, dan memahami bahwa pertandingan belum tuntas sampai peluit akhir. Banyak hal bisa terjadi dalam laga seperti ini,” kata Luiz.

[Gambas:Twitter]

Ironis, bahwa akhirnya Luiz justru harus keluar lapangan akibat acungan kartu merah wasit setelah menegaskan pentingnya menjaga emosi dan bermain secerdas mungkin, karena apa saja bisa terjadi laga besar semacam itu.
(krs/din)


NO COMMENTS