Manchester – Romelu Lukaku sedang menjalani periode puasa gol untuk Red Devils. Menurut Paul Scholes itu karena absennya Paul Pogba dan menurunnya performa Henrikh Mkhitaryan.

Lukaku sudah melewati enam pertandingan tanpa satu kali pun mencetak gol, setelah memulai kariernya bersama The Red Devils dengan mencetak 11 gol dalam 10 penampilan awalnya.

Ini merupakan puasa gol terpanjang buat Lukaku selama nyaris 18 bulan. Scholes, yang pernah jadi andalan MU di lini tengah, menyebut itu bukanlah salah ujung tombak 24 tahun tersebut.

“Saya pikir jika Pogba sudah kembali, ia akan membuat perbedaan pada gaya main mereka,” kata Scholes kepada BT Sport yang dikutip ESPNFC.

“Ia menyambungkan tim jadi satu-kesatuan dan saya pikir saat ini mereka tidak memiliki cukup pemain nomor 10 dan itu sama sekali tidak membantu Lukaku. Pogba akan membuat perbedaan dan tim jadi lebih positif.”

“Lukaku harus banyak kerja sendirian tapi Pogba akan membuat perbedaan. Saat ini mereka kehilangan seorang pemain yang mampu menyatukan tim,” ucapnya.

Pogba sudah absen dalam 11 pertandingan terakhir MU. Pemain internasional Prancis itu sekarang sudah balik ke pusat latihan klub di Carrington, walaupun terlihat belum akan siap untuk main lawan The Blues akhir pekan ini.

Sementara itu Mkhitaryan, yang mengawali musim dengan lima assist dalam tiga laga awalnya di MU, belum bisa menambah catatan tersebut kendatipun setelahnya sempat mencetak dua gol di bulan September. Lukaku pun ikut kena imbasnya.

“Saya pikir kritikan datang saat laga lawan The Reds ketika permainan menahan bolanya tidak bagus. Saya pikir Mkhitaryan juga tidak membantunya dan sejak itu ia kurang dapat dukungan. Ia harus lebih tangguh dan memaksimalkan fisiknya, dan ia harus jadi lebih baik lagi. Tapi yang pasti ia butuh dukungan lebih baik,” tutur Scholes.

(krs/raw)


NO COMMENTS