Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tak akan mengubah filosofinya dengan mengandalkan penguasaan bola. Dia bahkan memilih pensiun jika cara itu tak lagi ampuh.

City menunjukkan konsistensi di Premier League musim ini. Dari 15 laga yang dilakoni, The Citizens menorehkan 14 kemenangan dan satu kali sebanding.

Laju bagus tersebut didapatkan City setelah mampu menjalankan penguasaan bola sebagai ciri khas permainan Guardiola. Seperti dicatat Whoscored, ball possession City 66,49 persen, tertinggi di antara klub-klub Premier League.

Nah, menghadapi Red Devils di Old Trafford, Minggu (10/12/2017), City diyakini bakal tetap menunjukkan filosofi tersebut. Tak hanya saat menghadapi MU, cara bermain tersebut bakal terus digunakan Guardiola.

“Kalau itu (bermain dengan mengandalkan penguasaan bola tak lagi membawa kemenangan) sampai terjadi, saya akan pensiun. Sebab, saya tak merasa ada jalan lain,” kata Guardiola seperti dikutip Soccerway.

[Baca Juga: Jose Mourinho vs Pep Guardiola Edisi ke-20}

“Saya bisa bertahan lebih ke dalam, tapi saya ingin memainkan menguasai bola dan ingin mendikte lawan. Sejak laga pertama saya dengan tim kedua di The Catalans, saya selalu menggunakan cara itu,” dia menambahkan.

“Kadang kala cara itu tak berjalan, tapi itu karena tim lain lebih bagus atau tim kami kurang bagus. Apapun, ide untuk mengubah filosofi itu tak akan pernah terjadi. Tidak, tidak akan,” ujat dia.

Menilik head to head kedua pelatih itu, filosofi Guardiola tersebut memang cukup relevan untuk meredam gaya permainan Mourinho. Faktanya. dalam 19 kali berduel Guardiola masih unggu l dalam sembilan laga dengan enam pertandingan berakhir seri.

(fem/nds)


NO COMMENTS