Newcastle – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membenarkan laga melawan Newcastle United berjalan tak mudah untuk timnya karena tim lawan tak punya hasrat untuk bermain.

City bermain dengan gaya khas mereka ketika bertandang ke St James’ Park, Kamis (28/12/2017) dinihari WIB. The Citizens mengandalkan penguasaan bola lewat umpan-umpan pendek di antara pemain-pemain mereka.

Sementara itu, Newcastle yang dilatih Rafa Benitez sejak awal memilih untuk fokus bertahan dan menumpuk banyak pemain di wilayah benteng mereka. The Magpies baru mau keluar menyerang pada menit-menit akhir babak kedua.

Menghadapi lawan yang bermain amat defensif, City tetap mampu menciptakan sejumlah peluang bagus di babak pertama. Namun, cuma satu peluang yang berujung gol lewat Raheem Sterling.

Guardiola sebenarnya tak asing dengan situasi ini karena nyaris semua tim lawan memakai taktik seperti Newcastle ketika bertemu City. Pria asal Spanyol itu pun harus memutar otak agar timnya tetap unggul.

“Kami sudah melakukan segalanya, tapi sulit untuk bermain ketika tim lain tak ingin bermain. Pada menit-menit akhir kami bermain dalam ritme mereka dan itu tak mudah karena laga belum berakhir pada kedudukan 1-0. Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk unggul 2-0, 3-0, 4-0,” ujar Guardiola kepada BBC Sport.

“Anda harus selalu siap menghadapi situasi ini, dan tak selalu mudah untuk melindungi level itu. Tapi, kami punya lebih banyak poin dan kami sekarang unggul 15 poin dan bisa fokus ke laga berikutnya,” tambahnya.

Kemenangan 1-0 atas Newcastle mengukuhkan posisi City di puncak klasemen Premier League. City memperlebar jarak dengan tim posisi kedua, Red Devils, menjadi 15 poin.

“Setiap manajer bisa memutuskan apa yang dia inginkan. Saya lebih memilih untuk bermain, tapi saya sangat menghormati apa yang dilakukan lawan dan kami harus berusaha menemukan cara untuk menyerang mereka,” kata Guardiola.

(mfi/nds)


NO COMMENTS