Manchester – Pep Guardiola begitu menyayangkan cedera yang dialami Gabriel Jesus beberapa waktu lalu. Guardiola penasaran dengan apa yang bisa dicapai Manchester City andai pemainnya itu tetap fit.

Gabriel Jesus langsung bersinar di City sejak bergabung dari Palmeiras pada awal tahun ini. Striker belia asal Brasil itu mencetak tiga gol dalam lima pertandingan pertamanya bersama The Citizens.

Akan tetapi, Gabriel Jesus kemudian mendapatkan musibah. Dia mengalami retak tulang metatarsal pada laga melawan Bournemouth, bulan Februari lalu. Akibat cedera tersebut, dia sempat diperkirakan akan absen hingga akhir musim.

Akan tetapi, proses pemulihan Gabriel Jesus ternyata berjalan lebih cepat daripada prediksi. Dia melakukan comeback pada laga derby melawan Red Devils pada pekan lalu.

Gabriel Jesus langsung menunjukkan kualitasnya ketika kembali ke lapangan hijau. Kelincahan pesepakbola yang sekarang berusia 20 tahun itu merepotkan bek-bek MU. Dia bahkan mampu menjebol gawang David de Gea meski golnya kemudian dianulir karena offside.

“Kita sudah melihat pengaruhnya setelah tiga bulan absen. Dalam lima menit dia menciptakan dua peluang dan satu gol yang, karena satu sentimeter, batal menjadi gol,” ujar Guardiola soal performa Gabriel Jesus pada laga derby.

“Jadi dia punya insting ini. Musim depan dia akan bersama kami. Ketika dia tiba, dia langsung memberi pengaruh di liga sulit seperti di sini. Itu sangat bagus, tapi dia hanya bisa main selama tiga pekan,” imbuh Guardiola seperti dikutip Soccerway.

Selama Gabriel Jesus absen, City kembali mengandalkan Sergio Aguero di lini depan. Masa depan Aguero sebelumnya sempat dispekulasikan ketika Guardiola terus memainkan Gabriel Jesus sebagai ujung tombak tunggal. Namun, Guardiola yakin dua pemainnya itu bisa bermain secara bersamaan.

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi dalam banyak pertandingan dengan dia dan Sergio, terutama dalam pertandingan-pertandingan ketika lawan bertahan sangat dalam,” ujar Guardiola.

“Saya tidak akan pernah tahu. Saya ingin tahu apa yang akan terjadi dalam banyak pertandingan ketika kami melewatkan peluang-peluang itu karena dia punya insting ini di kotak penalti,” lanjutnya.

“Dia dinamis, dia agresif. Para pemain tengah, lini kedua, cukup melihatnya untuk tahu bagaimana untuk menekan, bagaimana untuk masuk ke kotak penalti. Pengaruhnya kepada rekan-rekan setimnya sangat besar. Itu menakjubkan,” kata Guardiola.

“Gabriel adalah nomor sembilan dari Brasil. Semua orang melihat betapa bagusnya, betapa spesialnya dia dan semoga musim depan, ketika tim berusaha menjadi lebih baik, dia akan lebih banyak membantu kami,” katanya.

(mfi/krs)


NO COMMENTS