Manchester – Meski berprestasi di 2016-17, Red Devils dikritik karena gaya permainan kurang oke. Eks pemain MU Patrice Evra menanggapi kritik itu dengan pedas.

MU berhasil menjuarai Piala Liga dan Liga Europa. Trofi yang terakhir disebut menyelamatkan musim ‘Setan Merah’ setelah hanya finis keenam di Premier League. Alhasil, MU tetap dapat lolos ke Liga Champions 2017-18.

Kendati demikian, tim besutan Jose Mourinho itu tidak jarang dikritik karena permainan yang membosankan. Pasalnya, MU sudah belanja besar dengan mendatangkan Paul Pogba, Henrikh Mkhitaryan, Eric Bailly dan mendapatkan Zlatan Ibrahimovic.

“Musim ini mereka lolos ke Liga Champions dan beberapa orang bilang mereka tidak memainkan sepakbola yang bagus, tapi kami tidak di dalam sirkus,” ceplos Evra kepada MUTV, yang dikutip Daily Mail.

“Mereka sudah banyak dikritik. Banyak orang iri dengan Man United jadi mereka terus mengkritik, bahkan ketika mereka unggul sekalipun,” sembur dia.

Evra menghabiskan sembilan musim bersama MU, sebelum hengkang ke Juventus pada musim panas 2014. Pesepakbola Prancis itu menjadi bagian dari era terkuat MU yang terakhir saat memiliki trisula Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez.

Saat itu, MU mendominasi Inggris dan melengkapinya dengan menjuarai Liga Champions 2007-08, gelar terakhir mereka sampai saat ini.

“Kalau Anda ingin menikmati sepakbola, maka ya tahun 2008 memang hebat, dan berbeda tapi orang-orang harus melupakannya dan fokus pada tim Red Devils yang sekarang. Itu saja pesanku kepada fans United,” ucap Evra yang kini membela Marseille itu.

(rin/nds)


NO COMMENTS