Jakarta – Ederson Moraes malam tadi menunjukkan kalau dia adalah investasi terbaik yang dilakukan Josep Guardiola musim panas lalu. Moraes menyelamatkan City, membahagiakan bosnya.

Kalau mau dibandingkan (secara statistik), penampilan Moraes malam tadi masih ant menang dari apa yang ditunjukkan David de Gea pekan lalu saat menghadapi The Gunner. De Gea dapat nilai 9,3 dari situs Whoscored atas 14 save yang dia lakukan, sementara Moraes dapat nilai 6,9 usai tampil di Derby Manchester.

Tapi kepahlawanan Moraes tak terbantahkan di Old Trafford. Dia melakukan empat penyelamatan untuk membantu The Citizens unggul 2-1.

Kejadian paling krusia Moraes tentu saja saat dia memblok dua peluang berurutan tepat di muka gawang. Tendangan keras Romelu Lukaku yang dilanjutkan dengan sepakan voli Juan Mata dia mentahkan. Melihat kembali ulangan penyelamatan Moraes itu sejatinya tak ant menang dari aksi penyelamatan ganda De Gea ketika menghalau tendangan Alexandre Lacazette dan rebound Alexis Sanchez.

****

Banyak yang menyanjung lini depan Man CIty atas keberhasilan mereka bertakhta di puncak klasemen saat ini. Kevin de Bruyne adalah bintang, Sergio Aguero belum tergantikan, Gabrtiel Jesus jadi masa depan, Leroy Sane dan Raheem Sterling menjadikan sayap-sayap City begitu tajam.

Ederson Moraes (sedikit) terlupakan.

City menjadikan Moraes penjaga gawang termahal di dunia pada musim panas lalu setelah ditebus dengan harga 35 juta poundsterling dari Benfica. Investasi yang banyak dapat kritik karena Moraes dianggap belum jadi siapa-siapa. Satu setengan tahun lalu penjaga gawang asal Brasil itu memang masih jadi langganan bangku cadangan Benfica dan lebih sering muncul di tim B.

Ederson Moraes: Menyelamatkan City, Membahagiakan GuardiolaFoto: Getty Images

Tapi Moraes memenuhi kriteria utama yang dibutuhkan Guardiola untuk membuatnya bahagia. Penjaga gawang 24 tahun itu punya distribusi bola yang sangat baik, mampu membaca permainan selayaknya bek tengah, dan rajin menginisiasi serangan. Moraes adalah upgrade besar dari Claudio Bravo.

Moraes menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri yang luar biasa di dalam area kerjanya, membagi serta memutar bola seperti seorang pemain tengah, dan yang tak ant menang penting tentu saja refleks yang baik. Itu sudah dia tunjukkan, salah satunya, saat menghalau tendangan penalti Dries Mertens.

Ederson sudah kemasukan 10 gol di Premier League musim ini, dan pada saat bersamaan menorehkan enam clean sheet. Total ada 17 penyelamatan sudah dia lakukan, di mana rata-rata dia kemasukan satu kali setelah membuat 2,13 save. Akurasi distribusi bola Moares mencapai angka 87%, jauh unggul atas De Gea yang 60%.

Nilai plus Ederson, yang membuat Pep bisa makin bahagia, adalah semangat juangnya yang luar biasa. Ingat saat wajah Moraes terkena sepatu Sadio Mane pada September lalu? Sebelum akhirnya diganti, Moraes meminta staff medis City untuk terus memainkannya. Padahal ketika itu dia mendapat delapan jahitan di wajahnya. Dia kemudian meyakinkan Guardiola untuk dimainkan di ajang Liga Champions. Benar saja, empat hari setelah insiden itu Moraes bermain di Belanda saat City bertamu ke Feyenoord.

(din/cas)


NO COMMENTS