The Reds – Jamie Carragher menyebut The Reds sudah menunjukkan cara terbaik untuk mengalahkan Manchester City. Cara itu seharusnya jadi pakem untuk menaklukkan City.

The Reds unggul 4-3 saat menjamu City di Anfield, Minggu (14/1/2018) lalu. Skuat besutan Juergen Klopp tampil impresif dan sempat unggul 4-1 sebelum akhirnya kebobolan di menit-menit akhir.

Meski punya penguasaan bola yang tinggi, City nyatanya cukup kesulitan menembus penjagaan The Reds. Sebaliknya tuan rumah bermain efektif dan efisien.

The Reds menuliskan 16 percobaan dengan tujuh di antaranya tepat target plus satu peluang membentur tiang gawang. Sementara City punya 11 tembakan, hanya empat yang mengarah ke gawang.

Kunci kemenangan The Reds adalah pressing yang membuat City tak nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki. Anak-anak Merseyside menuliskan 33 tekel sukses dari 53 percobaan dan membuat 19 intesepsi.

Sebagai perbandingan, City punya 24 tekel sukses dan 11 intersepsi. Agresivitas The Reds itu pula yang membuat City tercatat 25 kali kehilangan bola, plus melakukan dua kesalahan yang berujung gol.

Eks bek Red Devils Gary Neville mengatakan bahwa sukses The Reds akan sulit ditiru tim-tim lainnya, karena mereka punya gaya bermain yang special. Padahal itu adalah cara yang sejauh ini terbukti bisa menakukkan City, sebagaimana diungkapkan Carragher.

“Orang-orang akan bertanya apakah ini pakemnya dan kita sudah berbicara sepanjang musim bagaimana tim-tim seharusnya menghadapi City. Itu bukan pakem musim ini, melainkan sudah sejak musim lalu,” ungkap eks bek The Reds ini.

“Lihatlah kembali ke Celtic ketika mereka berimbang 3-3 di kandang melawan City musim lalu, lalu beberapa hari kemudian di Spurs. Leicester melakukannya dan Everton juga di Goodison Park. Itu bukan sesuatu yang baru, cuma memang City jauh lebih baik musim ini.”

“Cara untuk melawan Man City adalah mengejar dan menekan mereka. Anda memang tak bisa melakukannya selama 90 menit penuh, dan kita lihat beberapa kali The Reds tak bisa merebut bola dari mereka, tapi di sejumlah saat Anda bisa memenangi bola dan merepotkan mereka. Itu pasti jadi caranya ke depan, pasti,” imbuh pria yang kini jadi analis di Sky Sports tersebut.

(raw/nds)


NO COMMENTS