Jakarta – Nilai hak siar Premier League dari tahun ke tahun makin naik. Itu membuat banyak operator pemilik hak siar mencari akal agar “jualan” mereka tetap laku dan fans bisa menikmati.

Tengok saja pengeluaran gila-gilaan klub Inggris dalam setahun terakhir ketika Paul Pogba dibeli dari Juventus oleh Red Devils dengan banderol 89 juta pound sterling. Lalu musim ini banyak klub yang dengan mudah mengeluarkan uang besar untuk belanja pemain.

Itu tak lepas dari makin melambungnya harga hak siar tayangan sepakbola di Inggris. Menurut data yang dilansir tahun lalu, ada kenaikan sekitar 70 persen dari kesepakatan televisi domestik. Hak siar yang disebar ke luar negeri nilainya mencapai 8,4 miliar pounds untuk tiga tahun ke depan! Wow bukan?

Wajar saja sepakbola khususnya Liga Inggris menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Special di Indonesia, tayangan Liga Inggris sendiri tak lagi bisa dinikmati secara gratis dari pekan ke pekan.

Memang masih ada tayangan gratis yang diberikan TV terestrial pada umumnya, tapi lebih sering bukan pertandingan yang melibatkan tim-tim besar. Kalau Anda ingin menyaksikan laga tim-tim besar maka Anda bisa menyaksikannya di tayangan TV berbayar alias pay TV.

Tapi ketika Anda diminta membayar sekian ratus ribu rupiah untuk itu, apakah Anda rela jika yang Anda tonton bukan tim kesayangan? Maka seiring berkembangnya zaman, menonton pertandingan lewat telepon seluler Anda.

Salah satu yang sedang berkembang belakangan ini adalah Anda tinggal membayar tayangan yang anda ingin saksikan, bahkan hanya untuk periode sehari saja. Hal itu sudah lazim dilakukan di luar negeri khususnya di negara yang memang gila bola.

Sementara di Indonesia, hal seperti itu baru naik daun dalam satu-dua tahun belakangan ini. Makin banyak penyedia aplikasi yang bisa memberikan fasilitas seperti ini. Hal itu dilakukan demi memberi kepuasan bagi para penonton di tengah menggilanya harga siar liga-liga Eropa terutama Premier League.

“Alasannya adalah skala penonton, sekitar ratusan juta orang tertarik dengan apa yang kami suguhkan. Kami tak hanya memberikan konten acara untuk mereka, tapi memberikan platform terbaik dengan cara yang profesional, sesuai dengan selera mereka masing-masing,” tutur Managing Director beIN Asia Pasific, Mike Kerr, dalam perbincangan dengan detikSport di Hotel Fairmont, Senayan, Selasa (31/10/2017) siang WIB.

“Dan tidak hanya dengan cara tradisional yakni layanan bulanan, tapi juga secara ketengan (sachet). Kamu bisa berlangganan, satu hari, dua hari, seminggu, sebulan, dan setahun,” sambung Kerr yang hadir dalam acara peluncuran aplikasi streaming beIN Connect.

“Jika dulu pengguna kami tidak bisa mengontrol harga yang mereka inginkan. Kini mampu menawarkan kepada mereka, fans sport yang tidak ingin terikat dengan kontrak bulanan, yang mungkin fans special, karena pasar dan konsumen saat ini sedang berkembang.”

“Mereka mungkin hanya tertarik menonton laga-laga bigmatch seperti Man United vs The Reds atau yang lain. Mereka hanya membayar untuk langganan sehari. Kami ingin memberikan layanan yang tak mereka dapatkan sebelumnya.”

Meski demikian, Kerr menampik anggapan bahwa menjamurnya langganan semacam beIN Connect atau yang lain bisa membunuh eksistensi pay TV atau bahkan TV terrestrial. Layanan semacam itu hanya jadi pelengkap.

“Alternatif untuk para penonton. Tapi ini bukan berarti bahwa cara tradisional itu sudah tunduk jauh. Para pelanggan bulanan itu tetap jadi konsumen utama di market ini, tapi kami coba menawarkan sesuatu yang berbeda dari layanan kami.”

“Itu membuat kami bisa memberikan sesuatu yang konsumen inginkan. Konsumen saat ini tak cuma ingin layanan TV biasa, tapi juga mampu mengulang lagi tayangan, mencari tayangan, mereka mau video on demand (VOD), beberapa tayangan langsung secara bersamaan, yang mana tidak mungkin dilakukan tv berbayar tradisional,” tutupnya.

(mrp/krs)


NO COMMENTS