Manchester – Paul Ince membela Romelu Lukaku dari kritikan sejumlah fans Red Devils. Ince juga menyebut tindakan Jose Mourinho mengkritik balik fans itu sudah tepat.

Setelah pindah dari Everton dengan transfer 75 juta pound sterling, Lukaku mengawali kariernya di MU dengan bagus. Sejauh ini pemain internasional Belgia itu sudah membuat 11 gol di seluruh ajang MU.

Akan tetapi, saat ini Lukaku sedang menjalani periode paceklik gol. Hal itu membuat sejumlah fans MU mulai melontarkan kritik terhadapnya, dengan Mourinho pada prosesnya mengkritik balik untuk membela pemainnya itu.

“Jose Mourinho sudah tepat sekali untuk mengkritik sebagian fans MU usai laga lawan Tottenham,” kata Ince dalam kolomnya di Paddy Power dan dikutip Express.co.uk.

“Pada masa kini suporter cenderung berpikir punya banyak kuasa atas apa yang terjadi di lapangan sepakbola, secara special karena media sosial. Saya tidak bilang mereka tak boleh punya pendapat, tapi faktanya adalah tak ada satu pun dari mereka yang menangani sebuah tim Premier League. Ketika Romelu Lukaku datang ke MU, dan ia mencetak gol dengan mudahnya, tak ada yang bilang apa-apa. Tidak ada satu pun fans MU yang mengeluh.”

“Sekarang ia tidak mencetak gol dalam beberapa laga dan tiba-tiba banyak fans yang mengusik dirinya. Yang benar saja. Kita bicara tentang seseorang yang sudah mencetak 11 gol untuk MU dan saat ini baru bulan November. Jadi ketika saya melihat Mourinho mengkritik sejumlah fans karena cemoohannya, saya benar-benar setuju sekali dengan dirinya. Fans macam itu memang perlu dapat teguran,” tutur pemain MU periode 1989–1995 tersebut.

Ince kemudian membandingkan tindakan sebagian fans The Red Devils kepada Lukaku, dibandingkan dengan perilaku suporter pada masa lalu, khususnya di MU.

“Ketika saya masih main, sekalipun situasi sedang sulit, fans akan mendukung timnya. Mereka disebut suporter karena alasan itu. Dan saya pikir sekarang sudah ada perbedaan besar antara ‘fans’ dan ‘suporter’,” ucap Ince.

“Saat Anda melihat fans Huddersfield, mereka adalah suporter tradisional. Mereka terus mendukung timnya pada saat susah maupun senang. Saya di Anfield untuk laga pekan lalu dan mereka tak berhenti bernyanyi kendatipun timnya ketinggalan tiga gol. Ketika Anda melihat fans MU, yang kini berada di posisi dua klasemen, mereka malah mencemooh topskorernya sendiri. Itu gila.”

“Jika Anda seorang suporter sejati, Anda tak bisa cuma mendukung saat mereka main bagus. Fans MU sejati akan mendukung Lukaku ketika ia sedang bagus, maupun ketika ia sedang melewati masa-masa sulit,” katanya.

(krs/mrp)


NO COMMENTS