Solo – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, menilai wasit bertindak tidak adil saat memimpin pertandingan dengan Persija Jakarta. Maung Bandung pun tak bersedia menyelesaikan pertandingan.

Bermain di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/2017) sore WIB, Persib sebetulnya berhasil membobol gawang Persija lebih dulu di menit ke-28 melalui sundulan Ezechiel N’Douasse. Sial bagi Maung Bandung, wasit Shaun Evans Robert menganulir gol tersebut meski bola terlihat sudah menyentuh jaring di sisi dalam atas gawang Andritany Ardhiyasa.

Buntut dari keputusan wasit itu, Persib sempat protes dengan menolak masuk ke dalam lapangan saat babak kedua hendak dimulai. Namun, setelah ada komunikasi dari pihak terkait, tim tamu mau melanjutkan pertandingan yang ketika itu skor masih 0-0.

Di babak kedua Persib mendapat penalti setelah Bruno Lopes dilanggar di kotak 12 pas. Bruno, yang menjadi eksekutor, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik untuk membawa Persija unggul 1-0 di menit ke-76.

Bencana didapat Persib di menit ke-81. Vladimir Vujovic diganjar kartu kuning setelah menarik Bruno Lopes. Tak terima dengan keputusan wasit, bek asal Montenegro itu melakukan protes, yang berbuntut dengan kartu kuning kedua.

Vujovic pun terpakas keluar dari lapangan, namun kubu Persib tak serta merta menerima putusan itu. Umuh, yang ada dilapangan melakukan protes dan meminta para pemainnya keluar lapangan untuk menyatakan walk out. Peluit panjang pun ditiup wasit pada menit ke-83. Persija unggul dengan skor 1-0.

[Baca Juga: Berhenti di Menit 83, Persija Ungguli Persib 1-0]

Di akhir laga, Umuh melontarkan rasa kecewanya. Dia mengecam beberapa keputusan wasit yang merugikan timnya.

“Saya bicara jujur, semua lihat, saya punya data. Jaring gawang sampai goyang, itu murni gol. Jadi mohon maaf tadi penalti juga 50:50. Ternyata lebih bagus wasit lokal, dia (wasit) tidak mengerti, dia diam ketika ditanya,” kata Umuh dalam konferensi pers usai laga.

“Saya sangat menyesal, padahal pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu oleh suporter Persija dan Persib. Ini harusnya fair, kalo kami menyerah, ya menyerah. Tapi, ini keterlaluan masalah wasit. Kenapa mundur? saya kecewa,” dia menambahkan.

“Vlado memang protes. Banyak yang SMS kepada saya, ini adalah kejahatan. Karena wasit, tidak jelas. Percuma laga laniut, kami pasti tidak unggul, kami pasti dihancurkan. Tapi, yang paling kecewa adalah 100 persen gol kami tidak disahkan,” tegas Umuh.

(fem/din)


NO COMMENTS