Jakarta – Egy Maulana Vikri menjadi perbincangan usai gelaran Piala AFF U-18. Meski gagal membawa Indonesia juara, dia berhasil menyabet status top skorer.

Gelar pribadi itu bukan yang pertama buat Egy. Dia juga pernah dinobatkan sebagai Breakthrough Player pada The Toulon Tournament 2017 yang dilangsungkan di Prancis. Meski Indonesia bahkan tidak lolos fase grup, Egy menunjukkan penampilan individu yang luar biasa sehingga diganjar penghargaan tersebut.

Capaian Egy di Toulon bukan hal yang biasa-biasa saja. Di turnamen U-21 tak resmi namun dianggap paling bergengsi tersebut, penghargaan yang diterima Egy sebelumnya pernah juga dimenangi oleh Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Setahun sebelum tampil di Toulon, Egy juga menarik perhatian dunia saat mengantar ASIOP Apacinti menjuarai Gothia Cup kategori U-15. Di Swedia ketika itu, jumlah gol Egy berjumlah 28 buah.

***

Lahir di Medan pada 7 Juli 2000, Egy sudah sejak kecil menggilai sepakbola. SSB Tasbi di Medan menjadi tempat pertama dia menimba ilmu sekaligus mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar.

Bakat besar Egy kemudian ditempa saat dia bergabung dengan Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia Sumatera Utara. Bersama ASSBI, Egy menjuarai Grassroots Indonesia U-12 Tournament 2012. Golnya di turnamen itu berjumlah 10, yang menjadikannya topskorer.

Sukses lain yang diraih Egy di level junior adalah menjuarai Piala Suratin. Tak main-main, dia menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik.

Beberapa gelar dan penghargaan pribadi yang diraih Egy membuatnya dilirik Luis Milla. Egy sempat dipanggil ikut seleksi Timnas U-22, namun dia dinyatakan tak lolos. Itu kemudian mendatangkan berkah karena Egy bisa fokus di Timnas U-18.

Di bawah arahan Indra Sjafri, Egy makin menunjukkan potensinya. Penampilannya di Piala AFF U-19 membuat dia jadi harapan baru di sepakbola Indonesia. Aksi-aksinya melewati dua sampai tiga pemain lawan membuat Egy dielu-elukan. Delapan gol dilesakkan Egy di Myanmar, yang membuatnya pulang membawa status topskorer.

‘Lionel Messi-nya Indonesia’ begitu salah satu julukan yang datang ke Egy, yang dia terima dari pelatih Espanyol B. Sementara komentator televisi Valentino Simanjuntak memberi julukan ‘Kelok Sembilan’ pada Egy, untuk merujuk pada aksinya meliuk-liuk melewati lawan.

Apapun itu, Egy kini jadi pesepakbola muda paling potensial yang dipunya Indonesia. Dia adalah masa depan sepakbola Indonesia. Wonder Kid Indonesia.

Agar lebih mengenal Egy, tonton d’hapenning bersama Egy ‘Wonder Kid Indonesia’ hanya di detikcom dan detikSport, Rabu (27/9/2017) pukul 14:00 WIB.

(cas/mfi)


NO COMMENTS