Samarinda – Mitra Kukar hanya bermain seri dengan PSM Makassar di Liga 1. Meski demikian, pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra tak kecewa karena timnya masih perlu beradaptasi.

Bertanding di Stadion Aji Imbut, Senin (24/4/2017) malam WITA, Mitra Kukar dan PSM harus puas berbagi angka usai bermain setara 1-1.

Mitra Kukar sempat tertinggal lebih dulu setelah Ridwan Tawainella mencetak gol di babak pertama. Tuan rumah baru bisa membalas di paruh kedua lewat eksekusi penalti Marclei Santos.

Dalam laga tersebut, Mitra Kukar menurunkan marquee player-nya, Mohamed Sissoko, sebagai starter. Ini adalah debut mantan pemain The Reds dan Juventus itu dalam seragam Mitra Kukar.

Sissoko bukan satu-satunya pemain baru yang diturunkan Mitra Kukar di laga tersebut. Marclei yang juga striker baru turut dimainkan.

Jafri mengaku memang sengaja menurunkan pemain-pemain baru demi mempercepat proses adaptasi. Dia berharap timnya bisa lekas padu kendati pula mengiyakan masih perlu pembenahan.

“Saya mengakui ini laga yang sangat berat buat kami. Tidak mudah menyatukan tim yang banyak dihuni pemain baru,” kata Jafri usai pertandingan.

“Beruntung permainan sedikit berubah pada babak kedua sehingga mampu menyamai PSM.”

“Pertandingan ke depan harus bisa lebih baik lagi, banyak yang masih harus dibenahi dan kami akan memanfaatkannya waktu yang ada. Saya mengambil risiko dengan menurunkan Sissoko dan pemain baru lainnya sebagai starter. Kalau tidak menyerah ya setara, tapi bagi saya ini adalah cara untuk mempercepat pemain beradaptasi dengan tim dan kompetisi Indonesia,” kata Jafri.

Sementara itu, kapten Mitra Kukar Bayu Pradana juga bersyukur Mitra tidak menyerah dari PSM. Namun dia meminta maaf kepada suporter karena tak mampu memetik angka penuh di laga kandang perdana.

“Kami meminta maaf kepada pendukung Mitra karena laga perdana di kandang belum bisa meraih tiga poin penuh,” kata Bayu.

(nds/cas)


NO COMMENTS