Malang – Sempat tak terkalahkan di empat laga awal Liga 1, Arema FC kini justru tanpa kemenangan di tiga laga terakhir. Itu karena kekompakan tim sudah tak ada.

Arema FC mengawali kompetisi dengan empat pertandingan tanpa kenal kata takluk; seri lawan Persib Bandung lalu merangkai tiga kemenangan berurutan atas Bhayangkara FC, Persiba Balikpapan, dan Barito Putera.

Akan tetapi, rangkaian buruk lalu dijalani memasuki pekan lima. Diawali dengan kekalahan 0-3 atas PSM Makassar, Arema FC lalu ditahan seri 1-1 saat menjamu Madura United, dan akhir pekan lalu tunduk 0-4 di markas Persela Lamongan.

“Usai melawan PSM, kami sudah melakukan beberapa catatan, evaluasi kemudian dilakukan. Puncaknya, usai laga melawan Persela, malam itu juga evaluasi besar-besaran kita lakukan lagi,” ujar Manajer Arema FC Ruddy Widodo kepada detikSport, Rabu (24/5/2017).

“Pada intinya, harmonisasi tim hilang, kekompakan sudah tidak ada. Rasa percaya antarpemain juga tidak ada. Padahal, sepakbola itu kolektif, yakni 11 pemain di lapangan,” ujarnya.

Hal itu pada prosesnya membuat instruksi pelatih tidak berhasil diterapkan di atas lapangan karena buruknya komunikasi antarpemain. Itu membuat pemain cenderung main individual dan juga tak mampu mengendalikan emosi.

“Kita (manajemen) sudah mengajak semua saling berbicara, apa masalah yang terjadi harus diselesaikan. Kami berusaha mengembalikan kekompakkan, meninggalkan saling ego, yang justru berdampak fatal bagi pemain itu sendiri. Kini semua sudah sepakat, semoga kedepan lebih baik lagi,” ujar Ruddy.

Memasuki bulan Ramadan sendiri, lanjut Ruddy, Arema akan mengalihkan homebasenya di Stadion Gajayana, Kota Malang, dari sebelumnya Stadion Kanjuruhan sebagai tempat laga kandang.

“Ramadan ada tiga pertandingan, karena bermain malam kita mengalihkan ke Stadion Gajayana. Ini hasil pengalaman turnamen sebelumnya, saat ramadan laga digelar malam hari, selalu sepi dengan penonton,” ungkap Ruddy.

(krs/din)


NO COMMENTS