Jakarta – PSSI menunda penggunaan wasit asing di kompetisi Liga 1. Pengurusan surat Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) jadi faktor yang mendasarinya.

Memasuki putaran kedua Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator membuat terobosan dengan digunakannya wasit asing. Penggunaan wasit asing ini sekaligus menjawab klub-klub Liga 1 yang merasa tak puas dengan kepemimpinan wasit yang ada saat ini.

Total ada 12 wasit asing yang telah ditunjuk untuk memimpin jalannya pertandingan-pertandingan yang dimulai pada periode pertama 2-15 Agustus. Mereka berasal dari Iran, Kirgizstan, dan Australia. Penggunaan wasit asing ini akan terus berlanjut sampai periode kedua 14 hari selanjutnya, dan terus dihitung 14 hari untuk periode berikutnya.

Namun memasuki akhir periode kedua, penggunaan wasit-wasit asing rupanya dipertanyakan lantaran mereka belum mengantongi IMTA dalam masa tugasnya. Mereka hanya memiliki Visa Kunjungan Usaha (VKU) untuk menunaikan tugasnya yang sementara itu.

Kementerian Ketenagakerjaan telah menegaskan semua tenaga kerja, terlepas dari durasi masa tugasnya, harus menggunakan IMTA. Itu diputuskan pada saat rapat koordinasi penggunaan tenaga kerja asing bidang keolahragaan antara Kemnaker, PSSI, BOPI, Imigrasi, dan Kemenpora, serta perwakilan cabang olah tubuh lainnya, Senin (28/8/2017).

Atas dasar itulah, PSSI memutuskan untuk menunda dulu penggunaan wasit asing hingga mendekati akhir musim kompetisi. Selepas laga antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung sore tadi, penggunaan wasit asing di Liga 1 akan direm dulu.

“Kami akan menggunakan lagi mungkin mendekati akhir musim kompetisi, tapi itu pun jumlahnya (mungkin) tidak akan banyak,” kata Deputi Sekjen Bidang Sepakbola Marco Garcia Paulo.

“Ya mau bagaimana lagi. Kami harus mengurus IMTA. Jadi di-pending dulu. Tapi perlu diketahui memutuskan wasit itu tidak gampang seperti pemain, butuh waktu,” tambahnya.

(mcy/krs)


NO COMMENTS