Jakarta – Sekjen PSSI Ratu Tisha Destari menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga suporter Timnas Catur Juliantono yang tewas dalam laga ujicoba Indonesia Vs Fiji di Stadion Patriot Bekasi. Tisha minta polisi mengusut kasus kematian Catur Juliantono agar tidak terulang kembali.

“Kita akan lawan ini, kita akan usut ini sampai tuntas kita akan cari pelakunya bersama kepolisian setempat. Kita tidak akan pernah memaafkan orang-orang atau siapapun atau apapun yang ingin mencoreng citra sepakbola Indonesia,” kata Tisha di rumah duka Jl Kampung Sumur Nomor No 150, RT 4 RW 10, Klender, Jakarta Timur, Minggu (3/8/2017).

Diakuinya berapapun santunan yang akan diberikan oleh PSSI tak akan menutupi kepedihan atas anggota keluarga yang telah pergi. Dia kemudian berjanji akan memperbaiki citra sepakbola Indonesia yang menjunjung sportivitas.

“Berapapun, apapun santunan yang kita berikan nggak akan cukup untuk menutup kepedihan ini. Jadi saya rasa ini nggak bisa terbayar oleh apapun,” imbuh Tisha sembari menahan tangis.

“Percayakan kepada PSSI, PSSI akan menjaga citra sepakbola Indonesia dan sportivitasnya akan kami jaga, kami tidak akan berdiam diri untuk ini. Seluruh area manajemen pertandingan akan kami benahi secara maksimal satu persatu, termasuk kolaborasi dengan kepolisian yang lebih dalam lagi,” jelasnya.

Tisha menambahkan dirinya tak akan tinggal diam maupun menutup-nutupi insiden ini. Dirinya juga menegaskan akan menghajar oknum-oknum yang akan merusak citra persepakbolaan Indonesia.

“Dari kami menunjukkan ini tidak ada yang kami tutupi, kami bertanggung jawab penuh apa bentuk tanggung jawabnya itu tidak ada yang bisa menggantikan ini, selain kerja keras kita hajar orang-orang yang mau merusak kita hajar,” tegas Tisha.

Sebelumnya diberitakan, suporter setia Timnas Catur Juliantono tewas dalam ledakan petasan di bangku tribun selatan, saat menyaksikan laga ujicoba Indonesia Vs Fiji di Stadion Patriot, Bekasi. Catur Juliantono meninggalkan istri dan seorang putra yang masih berusia 3 tahun.

(adf/rin)

NO COMMENTS