Malang – PSIS harus tumbang dari Bhayangkara FC di laga perdananya di Piala Presiden 2018. Sama seperti Bhayangkara, PSIS juga mengeluhkan kondisi lapangan yang buruk.

PSIS tumbang tipis 0-1 dalam laga pembuka Grup E di Stadion Gajayana, Sabtu (20/1/2018) sore WIB. Kekalahan ini memang jadi pelajaran awal untuk PSIS yang baru musim ini promosi ke Liga 1.

Bagi Subangkit, strategi permainan sudah diinstruksikan kepada anak asuhnya. Akan tetapi semua tak bisa berjalan maksimal. Sama halnya seperti Bhayangkara, PSIS juga mengeluhkan buruknya kondisi lapangan.

“Memang berat, tapi semua pasti mengalami, bukan hanya kami. Yang jelas hari ini kita belajar banyak,” ujar Pelatih PSIS Subangkit usai pertandingan, Sabtu (20/1/2018), petang.

“Banyak peluang, tapi masih gagal. Kami tim promosi, lawan mengatakan sangat beruntung bisa unggul. Artinya kita diperhitungkan,” lanjutnya.

Untuk menghadapi Arema, 25 Januari 2018 mendatang. Dia melihat kedua tim sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing. “Jadi tinggal beradu strategi saja,” paparnya.

Haudi Abdilllah, kapten tim turut mendampingi Subangkit, mengatakan, sejak babak pertama telah bermain mengikuti arahan pelatih.

Dan untuk babak kedua, diakui banyak gagal memanfaatkan peluang. Apalagi mencetak gol dalam pertandingan perdana tadi.

“Babak pertama kita sudah ikuti instruksi pelatih, dan gagal memanfaatkan peluang. Pertandingan cukup baik, kedua tim saling menyerang,” papar Haudi.

(mrp/ran)


NO COMMENTS