Jakarta – PS TNI resmi mencopot Laurent Hatton dari kursi pelatih dan menunjuk mantan pelatih timnas Indonesia, Ivan Kolev, sebagai penggantinya. Mereka juga mengganti dua pemain asing.

PS TNI mengontrak Kolev selama satu tahun. Mereka punya pertimbangan special kenapa melakukan pergantian pelatih.

“Iya betul. Petinggi PS TNI ini maunya klub ini bisa menjuarai liga tahun ini. Untuk menjuarai itu pertimbangannya dari manajemen adalah pelatih itu harus mengerti atmosfer persepakbolaan Indonesia. Makanya digantilah dengan Ivan Kolev yang bisa bahasa Indonesia,” jelas Sekretaris Umum PS TNI, Yandri, kepada detikSport, Senin (1/5/2017).

Selama ditangani Hatton, PS TNI sebenarnya belum sekali pun ant menang dalam tiga laga pertama di Liga 1. Tim tersebut bermain setara 2-2 dengan Borneo FC, kemudian meraih hasil serupa saat bertemu Persib Bandung, dan unggul 2-1 atas Bhayangkara FC.

“Sebetulnya pelatih kemarin bagus, kami mengakui. Dua kali seri dan satu kali unggul itu prestasi yang tidak jelek. Tetapi Laurent ini kan baru, bahasanya juga belum (terlalu fasih), belum mengerti persepakbolaan Indonesia, makanya dari manajemen Laurent diganti,” jelas Yandri.

Kolev sendiri terhitung hari ini sudah mulai melatih PS TNI. Pelatih asal Bulgaria itu pun diharapkan bisa memberikan hasil paling maksimal di Liga 1, yaitu juara.

“Manajemen PS TNI tidak main-main untuk kompetisi tahun ini. Musim ini kami menargetkan juara. Makanya tidak hanya pelatih, pemain asing yang kurang bagus pun kami ganti,” kata Yandri.

Dua pemain asing PS TNI yang diganti adalah Aboubacar Leo Camara dan Aboubacar Sylla dari Guinea. Mereka digantikan oleh dua pemain asing dari Argentina Facu Talin dan L. Nunez. Mereka bernomor punggung 2 dan 19.

“Yang jelas masing-masing kami kontrak satu tahun ini. Tapi yang namanya pelatih dan pemain kalau menunjukkan prospek cerah bagi tim kita akan (perpanjang). Tapi konsekuensi kan pasti ada,” kata Yandri.

Yandri menambahkan, Kolev bisa saja diganti jika tidak memberikan prestasi bagus. “Ya itulah pasti semua pelatih tahu risikonya. Sehingga kami berharap dengan Ivan Kolev tahu atmosfer sepakbola dan bahasa Indonesia lancar bisa menjiwai. Tapi seandainya hal-hal yang tidak (bagus) ya itu risiko pelatih,” jelasnya.

(mcy/mfi)


NO COMMENTS