Jakarta – PT Liga Indonesia memanggungkan pertandingan yang diwarnai adu jotos dan terhenti di menit ke-86 antara PSBK Blitar dan Persewangi Banyuwangi. Peraturan yang multitafsir sebagai pangkalnya.

Play-off special itu memanggungkan PSBK dan Persewangi untuk membuka jalan terhindar dari degradasi Liga 2. Dua tim itu menghuni papan bawah Grup 6, dengan sama-sama mengoleksi nilai 18.

Menurut aturan, klub yang ada di urutan pertama dan kedua papan klasemen akhir akan melaju ke babak 16 besar. Adapun, tim berperingkat ketiga dan keempat akan menjalani play-off promosi-degradasi.

Pada Grup 6 Liga 2 itu dihuni tujuh tim. Urutan pertama dan kedua ditempati Mojokerto Putra dan Kalteng Putra FC. Adapun untuk urutan ketiga diduduki oleh Persik Kediri.

[Baca Juga: Liga 2 Rusuh di Mana-Mana: 3 Bentrokan Dalam 5 Hari]

Penentuan urutan keempat menjadi krusial, karena Persewangi dan PSBK sama-sama mengantongi nilai 18. Sesuai aturan, jika dua tim mengantongi nilai yang sama maka dilihat head to head. PSBK dan Persewangi saling mengalahkan. PSBK mengalahkan Persewangi 2-0, kemudian Persewangi membalas dengan mengalahkan PSBK 2-1 pada pertemuan kedua.

Karena head to headnya 1-1, maka aspek yang dilihat kemudian adalah selisih gol. Jika masih sama maka penentuan selanjutnya melihat jumlah gol memasukkan barulah ditentukan dengan undian.

Masalah muncul dengan perbedaan pendapat tentang selisih gol yang ditentukan pada poin kedua itu. PT Liga tidak menjelaskan secara rinci selisih gol yang dimaksud.

Sebagai gambaran, aturan Liga Champions mengatur penentuan urutan pada selisih gol memiliki tiga detail lagi. Yakni, dengan melihat selisih gol di papan klasemen grup, jika masih sama maka menilik jumlah gol yang dibuat, barulah mempertimbangkan jumlah gol away.

Oleh PT Liga, selisih gol dimaknai dengan menilik hasil akhir pada papan klasemen. Maka Persewangi yang surplus satu gol berhak menempati urutan keempat, sehingga berhak mengikuti play-off. PSBK yang sebanding antara kemasukan gol dan kebobolan, sama-sama 25 go, mengisi urutan kelima, yang artinya langsung terdegradasi.

[Baca Juga: Persewangi Diputuskan Kalah dan Bayar Denda]

Dalam prosesnya, PSSI merespons dengan membuat play-off special antara Persewangi dengan PSBK. Pertandingan itu dihelat di Stadion Knajuruhan, Malang, Selasa (10/10/2017). Play-off special ini tak diatur dalam aturan.

Laga, yang diwarnai adu jotos itu, terhenti pada menit ke-86. PSBK mencetak satu gol dalam laga itu. Tapi, situasi makin tak kondusif dan panas.

Hasil pertandingan akhir ditentukan oleh Komisi Disiplin (komdis) PSSI sehari kemudian. PSBK dinyatakan unggul 3-0 dan Persewangi didenda Rp 100 juta.

Dengan kemenangan 3-0 itu, PSBK yang berhak menjalani laga play-off Liga 2. Namun, Komdis masih membuak peluang untuk banding.

(fem/din)


NO COMMENTS