Jakarta – Persija Jakarta berkeinginan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 3 November 2017. Bisakah hal itu dilakukan?

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek GBK, Winarto, mengatakan masih akan tunggu hasil putusan yang dilakukan pertengahan Oktober mendatang.

Laga melawan Persib merupakan laga kandang terakhir buat Persija di Liga 1 musim ini. Ada harapan dari Direktur utama Persija Jakarta, Gede Widiade, kalau Macan Kemayoran bisa bertanding di SUGBK.

Namun keinginan Gede bisa terhalang lantaran PPK GBK ingin melakukan trial venue sampai pelaksanaan Asian Games. Keputusan final terkait hal tersebut baru akan ditetapkan pada 20 Oktober.

“Kami memang beberapa kali bicara dengan Persija. Poinnya adalah pertama tergantung perizinan berwajib juga. Apakah boleh ada penonton atau tidak?” kata Winarto kepada detikSport di Kantor PPK GBK, Senayan, Kamis (28/9/2017).

“Poin kedua adalah banyak pihak termasuk GBK yang setuju dan tidak sepakat terkait hal itu. Pertama karena sayang-sayang (karena kerap terjadi keributan), tapi di sisi lain kami memerlukan test lapangan juga. Karena PPK GBK ingin ada garansi sampai Agustus 2018,” ujar dia kemudian.

Dijelaskan Winarto untuk test sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh pihak mereka. Namun hal itu dinilai belum cukup.

“Kami ingin ada test yang nyata. Cuma memang sempat ada problem. Akses dari koridor ke SUGBK itu kan belum selesai dan sempat ada permintaan dari Persija untuk memakai dua jalur. Tapi karena lebar jalur 40 meter paling kecil. Akhirnya kata mereka satu saja cukup,” dia membeberkan.

“Tapi kembali lagi jika Polda mengizinkan apakah Patriot atau SUGBK itu keputusannya baru nanti 20 Oktober,” sebutnya.

(mcy/din)


NO COMMENTS