Lamongan – Persela Lamongan kembali kedatangan satu pemain asing yang mengikuti seleksi. Kali ini Vitor Manuel Santos Bastos, seorang pesepakbola asal Portugal, mencoba peruntungannya di klub kebanggaan warga Lamongan itu.

Pelatih Persela, Herry Kiswanto, mengaku belum bisa berkomentar soal kualitas Vitor Manuel Santos Bastos. “Saya belum bisa komentar kualitasnya,” ujar Herkis, demikian pelatih Persela itu biasa disapa, usai latihan di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (7/8/2017).

Vitor Manuel Santos Bastos, yang biasa dipanggil Vitor Bastos, adalah seorang bek Portugal berusia 27 tahun. Dia terakhir bermain untuk klub Prancis, Red Star FC. Vitor Bastos juga pernah berkostum Vitoria Guimaraes, Vizela, Freamunde, Atletico Clube de Portugal, dan Olhanense. Selain itu, dia pernah membela timnas Portugal U-20 dan U-21.

Vitor Bastos menjadi pemain asing ketiga yang mengadu nasib di Persela. Sebelumnya, Persela telah lebih dulu kedatangan dua pemain asal Brasil, Ramon Rodrigues de Mesquita dan Aylton Ferreira Ananias ‘Alemao’. Namun, Alemao sudah tak terlihat lagi menjalani latihan bersama Choirul Huda dan kawan-kawan dan kabarnya sudah meninggalkan Lamongan. Dengan demikian, praktis Vitor Bastos hanya akan bersaing dengan Ramon untuk memperebutkan satu slot lowong di lini belakang Persela yang ditinggalkan Marcio Rozario.

Selain kedatangan pemain asing, Persela juga kedatangan Vicky Melano. Pemain jebolan SAD Uruguay itu pernah trial di Brisbane Roar Australia (2014). Tak hanya itu, pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini juga pernah memperkuat Timnas Indonesia U-21 di turnamen Piala Cotif Spanyol 2014 lalu dan memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2013. “Yang lokal bek kiri, hari ini juga baru datang. Jadi saya belum bisa dapat penilaian,” kata Herkis.

Persela, sambung Herkis, sebetulnya masih kekurangan satu bek tengah lokal. Namun, pemain bidikan yang dirahasiakan namanya tersebut tidak dilepas oleh klubnya. “Sudah nggak bisa pemain bidikan, saya sudah telepon, dia nggak dilepas sama klubnya. Itu biasa di sepakbola. Kalau sudah nggak bisa, kita fokus lagi ke dalam,” tuturnya.

(mfi/rqi)


NO COMMENTS