Bandung – Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman mengeluhkan aturan tiga pemain muda sebagai starter. Peraturan tersebut dinilai memberatkan tim-tim peserta Liga 1.

Kualitas pemain muda yang berbeda di antara para peserta Liga 1 menjadi penyebabnya. Apalagi regulasinya mengatur tiga pemain muda yang harus dimainkan minimal dalam satu babak, meski ada pergantian sampai lima pemain.

“Buat kami para pelatih kalau sampai tiga untuk memainkan tiga pemain ini cukup memberatkan. Boleh ditanya kepada pelatih manapun,” ucapnya, saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (9/5/2017).

[Baca Juga: Untung Rugi Penggunaan Pemain Muda di Mata Djadjang Nurjaman]

Lebih jauh dia mengatakan, stok pemain muda yang memiliki kualitas dan layak bermain kompetisi paling tinggi di Indonesia ini masih terbatas. “Pemain muda yang potensi, yang sudah layak main di tim senior itu masih terbatas di masing-masing klub,” katanya.

Sebelum bermain di tingkat senior, kata Djajang, para pemain muda harusnya ditempa terlebih dahulu di kompetisi kelompok umur. Sehingga mental bermain para pemain muda ini bisa terlatih.

[Persib Main Buruk Lawan Persipura, Djajang: Yang Penting Menang]

“Matangnya pemain jujur harus melalui kompetisi. Artinya sebelum masuk ke Persib harus dilibatkan dalam kompetisi di bawahnya. Itu mungkin cara untuk mendongkrak pemain muda agar siap mental untuk berlaga di Liga 1,” ujar Djajang.

Meski begitu, Djajang tetap berpikir positif bila aturan ini untuk membentuk dan menambah stok pemain ke tim nasional. “Regulasinya ini mungkin positif untuk tim nasional. Saya percaya itu. Apa yang ada ide dibenak bapak Ketua Umum PSSI,” ucap pelatih 52 tahun itu.

(cas/rin)


NO COMMENTS