Jakarta – Peluang PSSI untuk kembali menempati kantior lama di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tipis. Bekas kantor PSSI itu akan dijadikan ruang ganti atlet.

PSSI sudah lama berkantor di kompleks SUGBK. Malah, PSSI merenovasi dan menghabiskan dana mencapai Rp 13 miliar.

Dalam prosesnya, PSSI harus meninggalkan kantor tersebut karena rangkaian renovasi SUGBK untuk menyambut Asian games 2018 di Jakarta dan Palembang. Untuk sementara, PSSI berkantor di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Direktur PPK GBK Winarto, di sela-sela pertemuannya dengan Menpora Imam Nahrawi di SUGBK, Selasa (8/8/2017), menyatakan PSSI berpeluang kecil untuk kembali ke kantor lama. Sebab, ada perubahan penggunaan ruang-ruang yang ada di SUGBK.

“Sudah tidak ada masalah itu (kantor PSSI) bakal diperuntukkan untuk ruang ganti atlet,” kata Winarto kepada pewarta.

“Sebenarnya dalamnya kan sudah jadi dan tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan standar FIFA dan itu harus detail mengaturnya. Misalnya, luasnya sekian harus ada ruang ganti yang terpisah putra sendiri, kemudian putri sendiri dan semua ada syarat,” lanjutnya.

Selain itu, Winarto juga mengatakan tidak hanya Stadion Utama GBK, semua venue akan mendapatkan sertifikat standar internasional.

“Kemarin lapangan hoki sudah keluar sertifikat internasionalnya.

Jika belum keluar maka harus diperbaiki dan itu harus selesai test event digelar,” katanya.

Lantas akan di mana PSSI akan berkantor?

“PSSI akan berkantor di sana (kawasan GBK) tapi mungkin akan lebih tertata rapi karena selama ini kan kantor di mana-mana dan beraneka tempat. Sementara pemerintah ingin menata organisasi olah tubuh yang lebih rapi,” ucap dia.

(mcy/fem)


NO COMMENTS