Sleman – Indonesia bermain setara tanpa gol dengan Puerto Riko di laga persahabatan. Meski kedua tim banyak menciptakan peluang, laga berkesudahan dengan skor 0-0.

Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (13/6/2017), Indonesia menurunkan timnas U-22 plus beberapa pemain senior. Pemain senior yang tampil antara lain Irfan Bachdim, Kurnia Meiga, Fachrudin, Bayu Pradana, dan Stefano Lilipaly.

Selama 2×45 menit, kedua tim saling jual beli serangan dan menciptakan banyak peluang. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol yang tercipta.

Jalannya Pertandingan

Indonesia mengawali laga dengan apik. Peluang pertama tercipta pada menit kedua lewat sundulan Gavin Kwan Adsit. Namun bola masih melambung di atas mistar gawang Puerto Riko.

Peluang kedua hadir pada menit kesembilan. Kali ini Marinus Manewar yang berkesempatan mencetak skor, namun sodoran Irfan Bachdim gagal dikonversi menjadi gol.

Puerto Riko membalas di menit ke-16. Georgie Rivera punya ruang tembak yang bagus, namun sepakannya justru melebar dari gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga.

Memasuki menit ke-25, Puerto Riko lebih banyak menebar ancaman. Tercatat dua kali Meiga harus jatuh bangun menyelamatkan gawang Indonesia.

Indonesia pun kesulitan mengembangkan permainan. Namun di menit ke-44, Indonesia punya peluang emas mencetak gol.

Berawal dari pelanggaran yang berbuah tendangan bebas, Stefano Lilipaly yang jadi eksekutor bisa mengirim bola ke tiang jauh di pojok kiri atas gawang Puerto Riko.

Cody menepisnya dan membuat bola kembali bergulir liar di depan gawang. Gavin lantas menyepaknya, namun bola malah melambung jauh ke atas mistar. Peluang itu jadi aksi terakhir di babak pertama yang berkesudahan 0-0.

Di babak kedua, Indonesia bisa menciptakan banyak peluang emas lewat aksi Bachdim dan Lilipaly. Namun penyelesaian buruk membuat gol tak kunjung tiba.

Di menit ke-52, Bachdim punya kans mencetak gol. Mendapat umpan di dalam kotak penalti, ia gagal mengarahkan bola ke gawang meski posisinya sudah man-to-man dengan Cody. Bola malah bergulir ke samping kiri gawang.

Sementara peluang Lilipaly di menit 59 juga gagal berbuah gol. Dengan skema yang nyaris serupa dengan peluang Bachdim, sepakannya di dalam kotak penalti malah terlalu tinggi sehingga bola tidak mengarah ke gawang.

Perlahan tapi pasti, Puerto Riko bisa keluar dari tekanan. Di menit ke-66, Diaz bisa membobol gawang Meiga. Namun wasit menganulirnya lantaran sudah terjebak offside sebelumnya.

Luis Milla lantas memasukkan Gian Zola dan Septian David Maulana menggantikan Lilipaly dan Bachdim guna memaksimalkan serangan dari sayap. Namun rapatnya lini benteng Puerto Riko membuat gawang mereka tetap aman.

Jelang laga berakhir, Indonesia dan Puerto berbalas menebar peluang emas.

Puerto Riko nyaris mencetak gol kemenangan lewat dua peluang berturut-turut di menit 89. Sementara peluang Febri di menit 92 bisa ditepis Cody. Laga pun berakhir dengan skor setara 0-0.

Susunan Pemain
Indonesia: Kurnia Meiga (Satria Tama ’52), Rezaldi, Bagas Adi, Gavin Kwan, Fachrudin, Stefano Lilipaly (Gian Zola 75′), Hanif Sjahbandi (Hargianto ’63), Saddil (Febri 46′), Bayu Pradana, Irfan Bachdim (Septian David ’80), Marinus Manewar (Yabes ’46)

Puerto Riko: Cody, Coca, Velez (De La Rosa ’46, Lalondriz ’64), Martinez, D’Andrea, Rosas, Cabrero, Rivera (Rivera 89′), Diaz (M Ramos 80′), Marrero (Arzan ’72), Ramos

(mfi/nds)


NO COMMENTS